Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia bergerk positif jelang libur Hari Natal 2014. Menguatnya indeks saham regional ikut menambah tenaga positif ke pasar modal nasional.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 24 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,3 poin (0,04%) ke level 5.139,068.
IHSG justru mulai menanjak di sesi pembuukaan usai menguat 23,1 poin (0,04%) ke level 5.141,378.
Penguatan indeks saham acuan kali ini disokong 22 saham yang menguat. Sementara itu, 10 saham bergerak melemah dan 10 saham lainnya stagnan.
Di awal perdagangan ini, pelaku pasar telah mentransaksikan 110,7 juta saham senilai Rp 93,4 miliar.
Investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 124,4 miliar.
Laju indeks saham sektor bergerak variatif dimana sebagian besar indeks saham acuan menguat.
Sektor saham aneka industri memimpin laju kenaikan dengan menguat 0,33 persen. Disusul sektor saham manufaktur yang naik 0,64 persen, dan sektor saham konstruksi 0,31 persen.
Di kala IHSG bergerak menguat, indeks saham syariah justru kurang bertenaga. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan dengan melemah ke level 165,41. Pada penutupan awal pekan kemarin, ISSI ditutup di zona positif di level 165,51.
Hingga satu jam perdagangan, ISSI akhirnya kembali ke zona hijau dengan menguat 0,57 poin (0,34%) ke level 166,08.
Penguatan kali ini disokong kenaikan 87 emiten syariah yang melaju ke zona hijau. sementara 43 lainnya melemah. Sebanyak 54 emiten bergerak stagnan dan 130 lainnya belum disentuh pelaku pasar.
Pemodal telah mentransaksikan tak kurang dari 10,34 miliar saham dengan dana berputar hingga Rp 853,31 miliar.
Pelemahan juga diderita saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah ke level 679,14. Pada penutupan sebelumnya, JII berada di level 679,71.
Sebanyak 17 emiten unggulan syariah melaju di zona hijau sementara 6 lainnya terseret ke zona merah.
Hingga satu jam perdagangan, JII telah beranjak ke zona hijau usai menguat 2,51 poin (0,37%) ke level 682,23.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya