Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks saham syariah belum mampu keluar dari zona merah. Meski berhasil menembus level positif, Indeks Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Emiten sektor pertambangan kali ini menjadi penekan laju indeks saham syariah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015, indeks ISSI turun 0,392 poin (0,27%) ke level 142,534.
Tekanan jual jelang sesi penutupan juga menyeret indeks JII terpeleset 0,332 pon (0,06%) ke level 596,567.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sama-sama sempat menembus zona hijau. Bahkan JII sempat menguat signifikan jelang sesi penutupan.
Level tertinggi ISSI hari ini dicetak di 143,358 sedangkan JII menyentuh 601,115.
Aksi jual investor mendorong 117 emiten syariah, 21 diantaranya saham bluechips syariah, ditutup melemah. ISSI berhasil membawa 54 emiten ke zona hijau dan 48 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rpp 2,6 triliun dengan 25,35 miliar saham berpindahtangan.
Selain emiten pertambangan, indeks sektor properti juga mengalami penurunan terdalam sebesar 0,71 persen dan perdagangan 0,68 persen.
Hanya dua indeks sektoral yang sukses melaju positif yaitu infrastruktur sebesar 0,92 persen dan barang konsumsi 0,07 persen.
Top losser saham bluechips syariah dihuni UNTR yang turun Rp 450, ICBP Rp 300, AALI Rp 250, AKRA Rp 125, dan ITMG Rp 100 per saham.
Sebaliknya, INTP yang kemarin tertekan aksi jual, hari ini berbalik menguat dan menjadi top gainer dengan kenaikan Rp 150. Disusul TLKM Rp 65, MIKA dan PGAS Rp 25, serta PTPP Rp 20 per saham.
Bergugurannya saham bluechips sektor pertambangan juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8,481 poin (0,19%) ke level 4.537,382.
Lantai bursa relatif minim dari aksi jual beli saham dengan nilai hanya Rp 3,78 triliun. Posisi asing mencetak nett sell hingga Rp 394 miliar.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan