Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ujian SIM. (Foto: Shutterstock)
Dream – Gagal 2-3 kali saat menjalani ujian mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) biasanya akan membuat frustasi. Selain berulang kali merogoh uang buat uang pendaftaran, peserta juga malas untuk mengulang kembali karena prosesnya yang cukup panjang.
Namn pria yang satu ini patut diacungi jempol. Di usia yang sudah menginjak 50 tahun, pria lanjut usia (Lansia) ini akhirnya berhasil mendapatkan SIM. Namun perjuangan harus dilalui setelah dia mengikuti ujian mengemudi sampai 192 kali.
Dikutip dari World of Buzz, Kamis 25 Maret 2021, pria asal Piotrkow Trybunalsk, Polandia, sampai merasa diirinya sebagai pengemudi terburuk karena belum sukses mendapatkan SIM. Tapi, setelah menjalani ujian ke-192, pria yang tak disebutkan namanya ini berhasil mendapatkan lisensi mengemudi.
Notes From Poland memberitakan bahwa sang pria ini berusaha mendapatkan SIM sejak 17 tahun yang lalu. Da pun belum kunjung lulus.
Berdasarkan media itu, diketahui bahwa passing grade ujian teori 50-60 persen. Kandidat biasanya lulus ujian teori pada tes kedua dan ketiga kali. Nah, kandidat yang lolos ujian teori ini diperbolehkan untuk mengikuti tes praktik.
Namun, pria ini belum juga lulus ujian praktik. Padahal, dia sudah menghabiskan uang 6 ribu zloty (Rp22,1 juta) untuk biaya ujian SIM.
Rekor pengemudi terburuk kedua adalah seorang pengemudi yang gagal sebanyak 40 kali. Dia tak berhasil lulus di ujian teori di Provincial Centre for Road Traffic di Piotrków Trybunalski.
Seorang instructor pengemudi buka suara tentang ada orang yang gagal mengikuti ujian SIM sebanyak ratusan kali. Dia menyebut bahwa ada regulasi di Polandia yang melarang kandidat mengerjakan ujian lebih dari 20-30 menit.
“ Jika orang cuek terhadap aturan dan tak mengetahui rambu-rambu, dia tak boleh berkendara di jalan. Itu bisa membahayakan semua pengguna jalan,” kata dia.
Tak hanya di Polandia, susahnya mendapatkan SIM juga terjadi di Inggris. Dikabarkan bahwa seseorang berhasil mendapatkan SIM setelah gagal sebanyak 158 kali.
Kalau di Indonesia, bagaimana, ya, Sahabat Dream?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya