5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Wakil Presiden, Ma'ruf Amin,terus Mendorong Pengembangan Ekonomi Syariah Di Indonesia.
Dream – Pemerintah terus mendorong pengembangan keuangan syariah. Sebab, Indonesia sampai kini belum menjadi produsen produk halal, padahal jumlah masyarakat Muslimnya mencapai 78 persen.
“ Mengapa harus didorong? Karena potensi kita besar,” kata Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 24 Maret 2021.
Menurutnya, Indonesia seharusnya menjadi produsen produk halal karena mayoritas penduduk Muslim menjadi pasar potensial. Sayangnya, Indonesia baru menjadi konsumen halal terbesar di dunia.
“ Produsennya justru negara nonmuslim seperti Brasil dan lainnya,” kata Maruf.
Pengembangan ekonomi halal Indonesia juga harus ditekankan pada peningkatan dan pengembangan keuangan syariah nasional. Saat ini pangsa pasar keuangan syariah nasional baru mencapai 6,7 persen dari potensi yang ada.
Upaya mewujudkan ekonomi syariah Indonesia menjadi lebih besar sudah dimulai pemerintah dengan melakukan penggabungan tiga bank syariah BUMN ke dalam satu bank besar, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
“ Supaya bisa melayani transaksi lokal dan global, kecil UKM hingga besar, sehingga pengembangannya makin besar. Begitu juga lembaga mikro, kita kembangkan,” kata dia.
Langkah pengembangan keuangan syariah lain yang dilakukan pemerintah adalah menggerakkan wakaf uang di Indonesia. Mengutip pernyataan presiden, Ma'ruf menyampaikan potensi wakaf uang di Indonesia ditaksir bisa mencapai Rp188 triliun.
Selama ini penerapan wakaf hanya dimanfaatkan untuk sektor sosial dan kultural, seperti pembangunan masjid, madrasah dan makam, sehingga potensinya belum termaksimalkan.
Padahaal, lanjut Wapres, wakaf uang memiliki banyak kelebihan yang dapat memudahkan masyarakat dalam pelaksanaannya.
“ Pertama, lebih fleksibel untuk diinvestasikan, lalu kedua wakafnya nggak harus besar seperti tanah yang bermeter-meter persegi, jadi bisa kecil, bisa besar. Kemudian, wakaf uang ini bisa diinvestasikan melalui cara yang lebih profesional,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil