Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kesepakatan bisnis besar diciptakan Indonesia dan Inggris. Ini tercipta setelah adanya nota kesepahaman kerjasama antara PT Garuda Indonesia Tbk dengan pembuat mesin, Roll Royce.
Kesepakatan kerjasama tersebut disebutkan bernilai 1 miliar pound sterling, setara Rp 18,87 triliun. Dana itu merupakan bagian dari pembelian 14 pesawat baru oleh maskapai pelat merah tersebut.
Laman Yahoo menyebut nilai kerjasama antara Garuda Indonesia, Airbus, dan Roll Royce ditaksir mencapai 4 miliar pound sterling.
" Kesepakatan besar lebih dari 1 miliar pounds. Harapan kami jumlah deals yang ditandatangani di London lebih besar dari negara lain selama tahun ini,” kata Dubes Inggris di Jakarta, Moazzam Malik, mengutip laman Setkab, Rabu, 20 April 2016.
Moazam menjelaskan, sebagian komponen pesawat akan dibuat di Inggris dan sisanya di negara lain di Eropa. Tapi pesawat ini akan menggunakan mesin Roll Royce.
Selain itu dengan Airbus, Garuda Indonesia juga menjalin kesepakatan kerja sama dengan Roll Royce untuk melatih junior, insinyur dan teknisi Indonesia di tanah air.
Pada bagian lain, Moazam juga mengungkapkan Indonesia juga menjalin kerja sama ekonomi di bidang lain yang diharapkan bisa meningkatkan perdagangan antara kedua negara.
“ Ke depan, harapannya adalah untuk meningkatkan lagi, khususnya dalam beberapa bidang, misalnya di bidang maritim, di bidang industri kreatif, di bidang infrastruktur khususnya di bidang aerospace, karena di Inggris ada banyak perusahaan yang mampu untuk membuat pesawat, satelit, atau untuk mendesain bandara, atau juga menjaga keamanan di sektor aviation juga,” papar Moazzam.
Dubes Inggris di Jakarta itu juga mengatakan Presiden Jokowi meminta kerjasama di bidang industri kreatif karena Inggris dinilai memiliki industri kreatif yang sangat mampu , baik dalam fashion, musik, atau flim, dan lain-lain.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya