Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Insiden terjadi di ruang sidang Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VII dengan 12 perusahaan tambang kemarin, (Kamis, 9/2/2017). Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim, disebut terlibat perselisihan dengan anggota DPR dari Partai Hanura, Mukhtar Tompo.
Kabar yang beredar menyebutkan Chappy melakukan pemukulan terhadap anggota dewan tersebut. Namun kabar itu langsung dibantah mantan KSAU tersebut.
“ Tidak benar telah terjadi pemukulan sebagaimana yang diberitakan di media. Hal ini sejalan dengan pernyataan Pak Mukhtar sendiri bahwa tidak terjadi pemukulan,” kata Chappy di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis, Jumat 10 Februari 2017.
Chappy menceritakan, kejadian ini berawal saat Mukhtar menghampiri dirinya. Kepada Mukhtar, Chappy mempertanyakan pernyataan ketidakkonsistenan Freeport dan meminta politisi Hanura untuk menunjukkan ketidakkonsistenan yang dimaksud itu.
“ Saya menghargai Komisi VII DPR atas masukan dan pertanyaan yang konstruktif yang diajukan oleh anggota dewan,” kata dia.
Chappy juga melayangkan permintaan maaf atas insiden yang terjadi kemarin.
“ Hal yang terjadi selesai rapat Komisi VII ini adalah hal yang tidak diinginkan oleh pihak mana pun. Dengan tulus, saya memohon maaf kepada Komisi VII DPR RI atas polemik yang terjadi,” kata dia.
Sekadar informasi, dilansir dari Merdeka.com, Mukhtar meminta sikap konsisten Freeport Indonesia terkait pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.
“ Konsistensi yang saya maksud internal Freeport sendiri atau Freeport dengan lembaga lain yang menjadi mitra dalam membangun smelter. Selama ini, lain jawaban Gresik, lain jawaban Freeport,” kata dia di Jakarta.
Setelah mengutarakan pernyataan tersebut, Mukhtar langsung menghampiri Chappy untuk bersalaman. Akan tetapi, Chappy menolak bersalaman. “ Dia sensi. Ditepis tangan (saya). Dia tunjuk dada, baju saya kena,” kata Mukhtar.
Dia menambahkan, orang nomor satu Freeport itu juga terlihat marah atas pernyataan Mukhtar terkait konsistensi. “ Dia pergi. Saya diam saja,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya