Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
OJK Mengharapkan Generasi Milenial Menjadi Mesin Penggerak Industri Halal Dan Keuangan Syariah. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Perkembangan teknologi saat ini tak bisa dibendung dan telah merambah ke seluruh sendi kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang pesat bisa memperbesar potensi ekonomi dan keuangan syariah.
“ Ini harus kita manfaatkan untuk memacu perkembangan industri halal dan keuangan syariah,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso, dalam “ Sharia Investment and Economic Summit 2019” di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 13 Mei 2019.
Wimboh mengatakan generasi milenial merupakan generasi yang inovatif, kreatif, dan melek teknologi. Generasi ini bisa menjadi mendorong pertumbuhan industri halal dan keuangan syariah.
“ Saya sangat berharap generasi muda kita ini menjadi mesin penggerak industri halal dan keuangan syariah kita,” kata dia.
Wimboh mengatakan teknologi bisa mempermudah dan mempercepat proses bisnis. Jangkauannya pun bisa semakin luas.
“ Di sektor jasa keuangan kita juga melihat transformasi yang telah dan akan terus terjadi, di mana saat ini kita mengenal istilah branchless banking, digital banking, insurtech dan futuready, online trading, investasi melalui marketplace dan e-money atau fintech payment,” kata dia.
Wimboh berharap generasi milenial bisa menjadi wirausahawan muda industri halal, investorm atau konsumen produk halal dan jasa keuangan syariah.
Dia mengungkapkan empat alasan generasi milenial bisa jadi motor industri halal dan keuangan syariah.
Pertama, berdasarkan data statistik Indonesia pada 2018, jumlah generasi milenilai pada usia 20 tahun—34 tahun lebih dari 100 juta orang. Jumlahnya akan meningkat jadi 4,7 miliar pada 2030.
Kedua, terdapat 142,6 juta penduduk pengguna internet. Ketiga, ada 177,9 juta penduduk menggunakan smartphone.
Keempat, jaringan tol langit akan segera menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dengan akses internet cepat.
“ Kombinasi antara perkembangan teknologi dan besarnya penduduk muslim dan penduduk usia millenial, seharusnya dapat ditangkap oleh penggiat ekonomi syariah sebagai peluang untuk semakin mendorong perkembangan industri halal dan keuangan syariah,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya