Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid). (Foto: Istimewa)
Dream - Judul artikel ini membuat sebagian umat Islam akan mengernyitkan dahi. Masalahnya, orang yang rajin membaca Alquran harusnya punya hati yang penuh kelembutan dan kedamaian.
BACA JUGA: Lirik sholawat badar beserta artinya
Namun, nyatanya masih ada yang rajin baca Alquran tetapi hatinya makin keras bagaikan batu karang. Apa yang menyebabkannya?
KH Muhammad Nur Hayid atau yang biasa dipanggil Gus Hayid memberikan jawaban tentang pertanyaan yang cukup menggelitik itu.
Menurut pria yang menjabat Sekretaris Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Pusat itu, orang tersebut tidak mau membaca sholawat kepada Rasulullah SAW.
" Orang yang membaca, belajar dan memahami Alquran, tapi tidak mau sholawat, bahkan menghina pembacaan sholawat, pasti tidak akan dapat berkah Alquran," katanya.
Orang tersebut bahkan tidak akan mendapat hidayah Allah melalui Alquran yang dibacanya setiap hari.
Kata Gus Hayid, orang itu tidak akan mendapatkan indah dan lezatnya bermuasaroh dengan Alquran, meskipun hafal Alquran sekalipun.
Salah satu pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PBNU menambahkan, bacaan Alquran atau hafalannya itu tidak akan membuat orang tersebut semakin dekat dengan Allah dan melembutkan hatinya. Kenapa?
Karena, bagaimana bisa menikmati lezat dan indahnya Alquran, kalau tidak menghormati Rasulullah yang menjadi perantara turunnya firman Allah.
Padahal, tanpa Rasulullah tidak akan ada Alquran yang akan sampai kepada kita. Dan untuk menghormati Rasulullah, Allah telah memberikan contoh dengan perintah membaca sholawat kepadanya.
Makanya tidak heran, pesantren-pesantren Tahfidz di bawah asuhan kiai sepuh yang bersanad kepada Rasulullah, pasti punya amalan tambahan selain wirid Alquran yang dilakukan melalui murojaah dan 'nderes' Alquran.
Menurut Gus Hayid, wirid tambahan tersebut tidak lain adalah membaca sholawat kepada Rasulullah SAW.
Allahumma Solli Ala Sayyidina Muhammad...
Gus Hayid menjelaskan, telah banyak bukti dan fakta tentang orang-orang yang membaca, memahami dan bahkan menghafal Alquran selalu diiringi dengan memperbanyak membaca sholawat.
Mereka akan jauh lebih mudah dan gampang membaca, memahami dan menghafal Alquran. Selain itu, orang-orang yang demikian itu akan mendapatkan futuh dari Allah ketimbang mereka yang tidak mau membaca sholawat.
" Apalagi sampai menyebut membaca sholawat sebagai bid'ah dengan berbagai ragam cara bacanya," pungkas Gus Hayid.
Sumber: Tausiyah KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
