Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gojek Memberikan Kontribusi Yang Besar Terhadap Perekonomian Indonesia. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream – Survei yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, menyebut PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) punya kontribusi besar untuk perekonomian Indonesia.
Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Turro S. Wongkaren, mengatakan, Gojek berdampak pada perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra pengemudi sebesar Rp8,2 triliun. Sementara, pendapatan mitra UMKM sebesar Rp1,7 triliun.
“ Kalau digabung, angkanya menjadi Rp10 triliun. Ini ada di batas bawah karena yang disurvei hanya driver sepeda motor dan UMKM. Belum fitur yang lain, seperti Go-Car dan yang lain,” kata Turro di Jakarta, Kamis 22 Maret 2018.
Survei ini dilakukan kepada 7.500 responden, terdiri atas 3.315 pengemudi roda dua, 3.465 konsumen, dan 806 mitra UMKM dari sembilan wilayah, antara lain Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek, Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.
Turro menambahkan, mitra UMKM ini merupakan usaha yang tergabung dalam aplikasi Go-Food. Sebanyak 30 persen mitra UMKM merasa diuntungkan dan 64 persen lainnya tidak ada perubahan.
“ Sebelum bermitra dengan Gojek, 76 mitra UMKM tidak melayani pengiriman pesan antar,” kata dia.
Menurut Turro, ada 89 persen responden mengaku Gojek memberikan dampak yang baik bagi masyarakat umum. Tak hanya itu, konsumen juga tak mau Gojek lenyap dari transportasi Indonesia.
“ Ada 78 persen responden mengatakan, jika Gojek berhenti beroperasi, (ini) akan membawa dampak buruk kepada masyarakat,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya