Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Logam Emas Di Bebatuan (forums.whiteselectronics.com)
Dream - Selama hampir enam dekade, para ilmuwan telah mencari asal-usul beberapa logam paling berharga di Bumi –termasuk emas, perak, dan platinum. Dan sekarang, kita mungkin sudah menemukan jawabannya.
Elemen berat dan berharga seperti terdapat pada emas, perak, dan platinum, disebut elemen r-process. Dan untuk menghasilkan elemen seperti itu membutuhkan energi dalam jumlah yang luar biasa besarnya.
Sejauh ini, tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana elemen r-process bisa ada di alam semesta.
Namun penemuan galaksi kerdil yang disebut Retikulum II, yang jaraknya sekitar 98.000 tahun cahaya dari Bumi, mungkin bisa menjawab misteri tersebut. Retikulum II dilaporkan memiliki bintang yang mengandung elemen logam mulia dalam jumlah 'yang sangat besar'.
" Memahami bagaimana elemen r-process bisa terbentuk menjadi salah satu masalah yang paling sulit dalam fisika nuklir," kata Professor Anna Frebel dari The Department of Physics at the Massachusetts Institute of Technology (MIT).
© Dream
Dia menambahkan, produksi elemen r-process membutuhkan banyak energi, yang hampir tak mungkin dilakukan secara eksperimental. Proses membuat elemen tersebut tidak bisa dilakukan di Bumi.
" Jadi kita harus menggunakan bintang-bintang dan benda-benda di kosmos sebagai laboratoriumnya," tambah Anna.
Baru ditemukan tahun lalu, galaksi kecil Retikulum II mengorbit Bima Sakti, dan merupakan salah satu galaksi kerdil terdekat yang pernah ditemukan.
Dengan menganalisa cahaya bintang dari beberapa bintang terang di galaksi Retikulum II menggunakan teleskop Magellan di Las Campanas Observatory, Chile, Ana dan timnya memutuskan bahwa galaksi kerdil itu mengandung sejumlah besar elemen r-process.
© Dream
Nama r-process sendiri berasal dari sistem yang digunakan untuk membuat elemen seperti emas, uranium, dan timah, yang disebut rapid neutron-capture.
Tahun 1957, fisikawan Hans Suess dan Harold Urey mengemukakan bahwa unsur-unsur berharga di alam semesta terbentuk melalui mekanisme r-process.
Mereka membuat hipotesis bahwa ledakan bintang raksasa dan gabungan langka bintang neutron adalah skenario yang paling mungkin untuk membentuk elemen r-process.
Lantas, bagaimana emas, perak, uranium, timah, platinum, dan elemen r-process lainnya bisa sampai ke Bumi?
© Dream
Tim peneliti menduga, awalnya ledakan bintang neutron di galaksi kerdil terjadi. Unsur-unsur berharga ini lantas menempel pada bintang dan asteroid.
Setelah itu asteroid-asteroid ini menyebar dan beberapa menumbuk Bumi sambil membawa kandungan unsur-unsur berharga di dalamnya.
Hasil penelitian tim Anna Frebel ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature. Wallahu a’lam...
Sumber: Science Alert
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya