Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersikukuh menekan harga bahan pangan, terutama daging sapi, turun selama Ramadan dan Lebaran. Jokowi ingin harga bahan protein hewani ini turun di kisaran Rp80 ribu.
Demi mewujudkannya, pemerintah bahkan siap menempuh alur impor untuk menekan harga bahan pangan ini tetap murah.
" Presiden sudah berulang kali memberikan instruksi, baik kepada Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri BUMN, untuk beberapa komoditas utama itu harus bisa turun, bukan lagi harga stabil, karena harganya sudah tinggi, tetapi harga harus diturunkan," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Selasa 31 Mei 2016.
Pramono mencontohkan saat ini, harga daging di pasar sudah berada di atas Rp120 ribu per kg. Bahkan harganya sudah ada yang menembus angka Rp130 ribu per kg.
Melihat tingginya harga tersebut, pemerintah pun akan membua keran impor 10 ribu ton daging sapi. Pasokan daging tersebut bisa berasal dari beberapa negara, misalnya Australia, New Zealand, dan India.
Pramono melanjutkan impor daging sapi ini tidak akan mengganggu fiskal dalam negeri karena tidak menggunakan dana APBN. Dikatakan juga harga daging impor memang murah, seperti di Australia hanya sekitar Rp58 ribu per kg, sementara di Malaysia atau Singapura bisa dijual Rp70 ribu-75 ribu per kg.
" Selain mengikuti mekanisme pasar, BUMN atau siapapun yang akan melakukan impor pasti akan mendapatkan keuntungan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya