10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Ilustrasi Belanja Online. (Foto: Pixabay)
Dream – Tahun 2018 menjadi periode terbaik untuk berbelanja online. Di tahun ini, para pemain e-commerce berlomba-lomba memanjakan pelanggan dengan beragam festival belanja online.
Dikutip dari keterangan tertulis iPrice yang diterima Dream, Jumat 21 Desember 2018, salah satu festival belanja online itu adalah Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018.
Aktivitas yang berlangsung dua hari, yaitu 11-12 Desember 2018, berhasil membukukan transaksi hingga Rp6,8 triliun.
iPrice juga menemukan, sepanjang 2018, konsumen Indonesia lebih suka berbelanja di e-commerce lokal daripada e-commerce regional. E-commerce lokal yang menduduki peringkat teratas adalah Tokopedia.
Menurut data SimiliarWeb, jumlah kunjungan di situs ini mencapai 169 juta pengunjung atau naik 123 persen dari awal 2018. Kenaikan pesat ini terjadi pada September 2018.
Tokopedia juga mampu mendominasi musim belanja besar di Indonesia, seperti periode Ramadan. Bukan rahasia lagi jika daya belanja orang Indonesia tergolong besar pada bulan puasa karena konsumen aktif berbelanja barang-barang baru untuk memeriahkan hari raya di penghujung Ramadan.
Pada periode ini, intensitas kunjungan yang tinggi di situs Tokopedia mampu membuat jarak cukup besar dengan pesaing lain.
Selain Tokopedia, orang Indonesia juga gemar menggunakan Bukalapak sebagai tempat berbelanja online. Sejak diumumkan sebagai salah satu unicorn dalam industri ini, jumlah pengunjung desktop dan mobile web di situs e-commerce lokal ini naik dari bulan ke bulan. Jumlah kunjungan tertinggi Bukalapak terjadi pada bulan November dengan angka 120,58 juta kunjungan.
Jika dibandingkan dengan catatan pengunjung desktop dan mobile web mereka di bulan Januari lalu, Bukalapak mampu membukukan margin hingga 69,24 juta kunjungan, alias meningkat 135 persen.
Penetrasi positif Bukalapak mampu menyalip Lazada yang sebelumnya ada di posisi 2 sebagai e-commerce dengan jumlah pengunjung desktop dan mobile web terbanyak di Indonesia.
Di kawasan regional, Lazada menjadi yang populer di Asia Tenggara. Penetrasi pasarnya mencapai 25 persen.
Namun, periode 2018 kurang memuaskan Lazada di Indonesia. Kunjungan konsumen dalam negeri ke situs Lazada Indonesia melalui desktop dan mobile web tergolong fluktuatif sepanjang 11 bulan belakangan.
Padahal, penetrasi e-commerce ini tampak menjanjikan di awal tahun berkat akuisisi dan kucuran dana US$2miliar (Rp28,94 triliun) dari Alibaba pada bulan Maret. Lazada juga berjaya menangguk 85 juta kunjungan desktop dan mobile web ketika menggelar Lazada Birthday Fest satu bulan kemudian.
Tapi, pada pertengahan tahun kunjungan di situs e-commerce ini menurun hingga titik terendah 33 jutaan pengunjung. Kedatangan Jack Ma ke Indonesia di pertengahan tahun nyatanya juga tidak mampu mendongkrak daya tarik masyarakat untuk berbelanja di Lazada.
Dari sisi kunjungan, Lazada justru kalah dari Shopee. Dari awal tahun, performa Shopee meningkat hampir 3 kali lipat.
Shopee bisa memangkas jarak dengan Lazada yang ada di peringkat tiga besar. Padahal, margin pengunjung Lazada dan Shopee di bulan Januari berada pada angka 51 juta.
E-commerce ini memperbanyak program promosi untuk memancing konsumen pergi ke situsnya. Menurut Google Trends, animo orang Indonesia mencari kata kunci yang berkaitan dengan Shopee itu ketika ada promo Shopee Super Shopping Day, Single’s Day, dan Harbolnas.
Jumlah kunjungan pada situs Shopee yang berlipat dari pasar Indonesia turut berkontribusi untuk bertengger di posisi 10 besar e-commerce paling banyak dikunjungi pada tingkat regional. (ism)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli