Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya "jatuh Cinta" Kembali Dengan Pekerjaan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Merasa jenuh ketika bekerja dan ingin berhenti adalah hal yang biasa dialami oleh semua orang. Meskipun demikian, hal ini tak selalu menjadi pilihan yang harus diambil.
Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 21 Desember 2018, seorang dokter dan penulis buku “ The Ten Worlds: The New Psychology of Happiness”, Alex Lickerman, mengajak untuk berpikir ulang tentang perasaan jenuh.
Kalau merasa suntuk dan bosan, Lickerman menyarankan untuk bertanya satu hal: apa yang akan saya lakukan tanpa pekerjaan ini?
“ Berhentilah sebentar, duduk dan bayangkan hidupmu tanpa pekerjaan ini,” kata Lickerman.
Dia mengatakan mengajukan pertanyaan sederhana adalah cara efektif untuk mengubah pola pikir. Orang biasanya lebih bersyukur untuk hal-hal yang mengancam kehilangan pekerjaan mereka.
Tanyakan ini ketika kamu berhenti bekerja. Kamu duduk sendirian di rumah dan buru-buru melamar pekerjaan. Kalau sedang bepergian bersama teman-teman, kamu mungkin akan diam dan tak ingin ngobrol tentang pekerjaan yang tak ada habisnya.
Tanpa pekerjaan, kamu tak bisa membayar sewa rumah, melunasi utang, dan memasukkan tambahan penghasilan ke rekening tabungan. Kamu juga merasa tak punya tujuan, mandek, atau tak berkembang.
Pertanyaan ini juga bisa mengingatkanmu apa yang paling disukai dari pekerjaan. Dengan begitu, kamu bisa memfokuskan energi kepada sesuatu yang lebih positif. Kamu mungkin punya proyek khusus yang tak dikerjakan di tempat lain.
Mungkin kamu punya kesempatan untuk membuat dampak yang unik atau menikmati persahabatan khusus dengan rekan kerja.
Yang paling penting, proses ini akan memaksamu untuk bersyukur. Berhubungan dengan rasa syukur akan membantumu menilai kembali prioritas dan lebih memahami apa yang benar-benar diinginkan.
Melatih rasa syukur bisa meningkatkan kesuksesanmu. Sebuah studi menemukan rasa syukur bisa meningkatkan pengambilan keputusan. Plus, bisa meningkatkan tekad.
Studi yang lain juga menunjukkan mereka yang mengembangkan sikap syukur, akan lebih optimis, waspada, dan cenderung mencapai tujuan pribadi. Rasa penghargaan ini akan membantu mendorong kebahagiaanmu. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya