Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Produsen telepon seluler, Vertu, selama ini terkenal sebagai penghasil Ponsel mahal. Satu unitnya bisa dibanderol dengan harga US$11 ribu (Rp146,72 juta).
Dilihat dari harganya, sudah bisa ditebak Vertu ini menyasar kelas atas—kelas yang tak peduli seberapa besar harga ponsel asalkan dia mewah. Karena pasarnya adalah kaum jetset, perusahaan yang didirikan Nokia pada 1998 ini menggunakan bahan-bahan premium, seperti baja berkualitas, kulit asli, dan berlian.
Karena harganya kelewat mahal, konsumen Vertu terbatas. Belum lagi teknologi ponsel ini kalah bersaing dengan smartphone yang ada saat ini.
Namun nasib perusahaan ini tak selanggeng pembeli berduit yang diincarnya. Virtu gulung tikar.
Dilansir dari TechCrunch, Sabtu 15 Juli 2017, selama satu dekade, konsumen ponsel ini menurun drastis. Bangkrut, perusahaan tersebut memangkas 200 pekerjaan untuk likuidasinya. Pemilik Vertu saat ini, Hakan Uzan, gagal mengajukan pinjaman sebesar 1,9 juta poundsterling (Rp32,84 miliar) untuk menarik perusahaan dari kebangkrutan.
Perusahaan kini justru memiliki tumpukan utang senilai 128 juta poundsterling (Rp2,21 triliun). Sekadar informasi, Vertu diakusisi oleh Baferton oleh miliarder asal Turki ini.
Ukaz ingin memperbaiki brand Vertu dan teknologinya. Kalau bisa, dia akan membangun kembali Vertu.
Sayangnya, pengajuan kredit ini ditolak oleh kreditur.
Dilansir dari Business Insider, pada tahun 2014 laporan keuangan yang dipublikasikan Vertu menunjukkan bahwa kerugian Vertu mencapai 53 juta poundsterling (Rp916,23 miliar). Ada juga pengakuan pegawai Vertu yang mengaku gaji mereka tak dibayarkan sejak lama.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam