Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sahabat Dream, Berani Menerima Tantangan Dari Grab?
Dream – Platform aplikasi Grab, menantang para peretas untuk membobol sistem keamanannya. Jika berhasil, Grab akan memberikan hadiah sebesar US$10 ribu (Rp133,48 juta).
Tujuannya untuk mencari celah untuk meningkatkan sistem keamanan platform, baik mitra pengemudi maupun penumpang.
Dilansir dari Merdeka.com, Jumat 14 Juli 2017, tantangan ini merupakan program kerja sama Grab dan HackerOne, penyedia platform pengungkap kerentanan yang telah mengatasi hampir 200 kerentanan.
Grab pun mengajak jaringan global HackerOne untuk menentukan kerentanan yang tidak diketahui dalam sistem keamanan Grab.
" Sistem pengukuran keamanan yang canggih dan menyeluruh, seperti yang tersedia melalui platform HackerOne, merupakan elemen vital yang dibutuhkan untuk meraih kepercayaan para penumpang dan mitra pengemudi kami,” kata Director of Engineering Grab, Ditesh Kumar, dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta.
Kumar mengakui tak ada teknologi yang sempurna di bumi. Untuk itulah, kerja sama dengan para peneliti keamanan yang punya keterampilan tinggi menjadi penting untuk menciptakan teknologi seaman mungkin.
HackerOne merjupakan perusahaan penyedia platform pengungkap bug bounty dan kerentanan yang paling banyak digunakan di dunia. Program bug bounty bersifat hemat biaya dan memungkinkan berbagai organisasi yang menggunakan perangkat lunak untuk mengidentifikasi kerentanan dalam sistemnya secara lebih cepat.
Lebih dari 50 ribu kerentanan sistem keamanan dapat teratasi oleh lebih dari 800 organisasi yang tergabung dalam HackerOne secara global, seperti Adobe, Departemen Pertahanan Amerika Serikat, GitHub, Intel, Slack, dan Qualcomm.
“ Bekerja sama dengan komunitas peretas adalah cara yang paling efektif untuk menemukan kerentanan dalam sistem keamanan. Diperkenalkannya program bug bounty milik Grab kepada publik menandakan komitmennya untuk bekerja sama dengan komunitas peretas terbesar untuk melindungi lebih dari 45 juta penggunanya,” kata founder sekaligus Chief Technologhy Officer (CTO) HackerOne, Alex Rice.
Sahabat Dream, Grab akan memberikan hadiah senilai US$100-US$10 ribu (Rp1,33 juta-Rp133,48 juta) untuk setiap kerentanan valid yang diidentifikasi oleh para hacker, tergantung dari dampak dan tingkat keparahannya. Untuk berpartisipasi atau mempelajari lebih lanjut seputar program umum bug bounty Grab, silakan baca di sini. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam