Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream – Keputusan pengunduran diri sudah dibuat dan surat resign telah diserahkan. Proses pengunduran diri tinggal selangkah lagi.
Satu tahap yang harus dilakukan sebelum seorang karyawan resmi tak bekerja lagi di perusahaan itu yaitu wawancara dengn manajemen perusahaan.
Buat yang sudah berpengalaman, wawancara pengunduran diri akan terasa mudah. Nah, kalau yang belum?
Tak jarang karyawan yang baru pertama kali mengundurkan diri dari perusahaan, akan merasa deg-degan ketika harus menghadap bagian HRD untuk wawancara pengunduran diri. Banyak tanda tanya yang memenuhi pikiran. Kira-kira apa yang akan ditanyakan oleh HRD?
Dilansir dari The Muse, Jumat 14 Juli 2017, ada tiga hal yang umum ditanyakan perusahaan saat resign interview. Apa saja?
Pertama, alasan mengundurkan diri dari pkekerjaan.
Sudah bisa ditebak, pertanyaan awal yang dilontarkan pewawancara pertama kali adalah alasan mengundurkan diri. Karyawan yang mengajukan resign akan ditanya perusahaan tentang alasan hengkang dari perusahaan, apakah ada masalah dengan atasan atau bagaimana. Selain itu, pewawancara juga akan bertanya apakah ada kekurangan di posisi yang ditinggalkan.
Kedua, hubungan dengan atasan.
Tak dapat dipungkiri bahwa hubungan atasan dengan bawahan akan mempengaruhi karier seseorang. Jadi, perusahaan ingin tahu apakah hubungannya baik, buruk, atau bahkan sangat buruk. Ketika ditanya tentang pertanyaan ini, usahakan untuk tidak mengeluh soal atasan dan menjelek-jelekkannya.
Ketiga, faktor terbesar menerima pekerjaan baru.
Ketika ditanya tentang ini, jangan merasa tertekan untuk bercerita. Katakanlah apa adanya sebab pewawancara ingin tahu. Siapa tahu alasan karyawan ini bisa menjadi masukan bagi perusahaan. Misalnya, budaya kerja di perusahaan baru, lebih baik atau gajinya lebih tinggi.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya