Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Orang Pria Memperhatikan Laju Perdagangan Di Monitor Komputer.
Dream - Tekanan dari dalam dan luar negeri belum menjauh dari pasar modal Indonesia. Menutup akhir pekan ini, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melanjutkan penguatannya di menit-menit akhir perdagangan.
Investor masih memilih posisi wait and see dengan rilis kinerja keuangan para emiten. Sementara investor asing yang masih melakukan aksi jual saham semakin menekan laju sejumlah indeks saham.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menanjak 0,439 poin (0,24%) ke level 184,915. Kenaikan juga dinikmati indeks saham keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 2,044 poin (0,27%) ke level 750,054.
Kedua indeks acuan saham syariah ini mengawali perdagangan dari zona merah. Meski sempat menguat, namun tekanan jual menakan laju ISSI dan JII jelang penutupan perdagangan.
Munculnya aksi beli di menit-menit akhir perdagangan, berhasil mengangkat kedua indeks syariah ini melaju ke zona positif.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini kembali berkurang dengan hanya mencetak nilai Rp 2,7 triliun. Pemodal asing mencatat nett sell senilai Rp 457 miliar.
Dari 33 juta saham yang diperdagangan, sebanyak 98 emiten ISSI berhasil ditutup menguat sedangkan 92 lainnya masih terkena tekanan jual.
Investor hari ini lebih terpikat untuk memainkan dananya di saham-saham sektor komoditas seperti sektor pertambangan dan pertanian yang ditutup naik ini naik 0,55 persen dan 0,14 persen. Indeks sektor perdagangan juga menguat 0,15 persen
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang memikat investor untuk menanamkan dananya adalah ICBP yang harga sahamnya naik Rp100, PTBA Rp100, UNVR Rp100, SMGR Rp75, dan LPPF Rp50.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah AKRa yang harganya turun Rp50, TPIA Rp50, PGAS Rp10, SMRA Rp10, dan WIKA Rp10.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung melemah. Kurs rupiah terhadap dolar AS turun 2 poin (0,01%) ke level Rp13.338 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya