7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Belum Lama Ini Viral Tentang Slip Gaji Yang Memperlihatkan Potongan Teramat Besar. (foto: Shutterstock)
Dream - Kasus potongan gaji seorang pekerja kasir minimarket turut menjadi perhatian dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Dari hasil penelusuran tim diketahui jika pengakuan tersebut berasal dari informasi hoaks dan pihak yang bersengketa telah berdamai.
Dikutip dari akun Kementerian Ketenagakerjaan, @kemnaker, Senin 11 Oktober 2021, informasi tersebut pertama kali viral dari postingan seorang warganet Facebook bernama Lisa Amelia yang memperlihatkan slip gaji pegawai toko swalayan dengan potongan cukup besar.
Dalam unggahan tersebut si pegawai mengaku mendapatkan gaji Rp1 juta dan bonus karena berperilaku baik Rp50 ribu. Namun, penghasilan yang diterimanya masih dipotong dengan jumlah tak kalah besar, yaitu senilai total Rp682 ribu.
Potongan yang diterimanya berupa cuti sakit 3 hari senilai Rp300 ribu, keterlambatan 1 hari Rp150 ribu, dan kompensasi barang hilang Rp232 ribu.
Alhasil dari penghasilan yang diterima, pegawai itu hanya berhak membawa pulang gaji bersih senilai Rp368 ribu.
Semenjak postingan tersebut viral di sosial media, Kemnaker segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Hasilnya, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri memastikan postingan yang diunggah Riio Nevil Jarii di media sosial terkait pekerja swalayan di Kabupaten Pringsewu yang gajinya dipotong merupakan hoaks.
" Setelah kami melakukan koordinasi dan pengecekan, ternyata postingan itu hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Putri.
Keyakinan tersebut diperoleh berdasar penelusuran bahwa tidak ada warga Kabupaten Pringsewu atas nama Lisa Amelia. Kepastian tersebut diperoleh setelah Disnakertrans Pringsewu berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pringsewu.
" Jadi tidak ditemukan data atas nama Lisa Amelia sebagai warga Kabupaten Pringsewu," kata dia.
Hasil kedua yang diperoleh tim adalah nama Lisa Amelia tidak terdaftar sebagai pegawai minimarket. Informasi ini diperoleh dari pengecekan ke pemilik Toko Jasmine Mart.
Terakhir, slip gaji yang diposting dalam media sosial tidak sama, atau berbeda, dengan form yang dimiliki dan dikeluarkan Toko Jasmine Mart.
Atas kasus tersebut, pemilik Toko Jasmine Mart telah melayangkan somasi kepada Riio Nevil Jarii terkait unggahan yang mencemarkan nama baik tokonya.
Namun, Kemanker memastikan permasalahan tersebut telah berakhir dengan klarifikasi dan permintaan maaf yang dibuat Rioo Nevil Jarii kepada pemilik toko. Kedua pihak juga bersepakat damai dan tak membuat tuntutan apapun.
" Kedua belah pihak berdamai tanpa ada tuntutan dan disaksikan oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Pringsewu," kata Putri.
Dari kasus tersebut, Putri berpesan kepada pekerja agar bijak dalam menggunakan media sosial.
" Kalau dulu ada ungkapan 'mulutmu harimaumu', maka sekarang adalah 'jarimu Harimaumu'. lebih bijaksana untuk menyaring tulisan-tulisan sebelum men-“ sharing”-nya. Karena memang jari-jarimu kini bisa menjadi “ harimaumu” kata dia.

Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?