Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Wawancara Kerja.
Dream – Wawancara kerja meski hanya berlangsung singkat namun sangat menentukan. Pelamar memerlukan latihan yang penuh. Ini seperti kamu sedang menjalin hubungan antara “ menjual” dan prestasi dengan kerendahan hati dan kesadaran diri.
Berbuat kesalahan sedikit, peluang mendapatkan pekerjaan akan hilang.
Dilansir dari The Muse, Senin 29 Oktober 2018, ketika wawancara berlangsung, kamu tak bisa berbicara terlalu banyak. Sebaliknya, kalau bicara terlalu sedikit, orang akan mempertanyakan keterampilanmu. Jadi, lebih baik bicaralah dengan nilai yang kamu tambahkan ke dalam tim, produk, atau perusahaan.
Agar wawancara berjalan sukses, lebih baik kamu berlatih dan menghindari lima kesalahan ini.
Pertama, tidak siap wawancara. Kamu harus berlatih sehingga siap untuk menjalani interview. Kalau tidak siap, pewawancara akan mempertanyakan keseriusanmu mendapatkan pekerjaan.
Kedua, apatis.
Pewawancara telah menanamkan energi dan semangat ke perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka juga ingin mempekerjakan orang-orang yang memiliki komitmen dan semangat yang sama. Kalau mendengar kamu tak berminat kepada perusahaan, itu akan mematikan peluangmu bekerja di perusahaan ini.
Ketiga, fokus pada hal-hal yang salah.
Supaya kamu tidak salah fokus, lebih baik menjelaskan kepada pewawancara tentang keinginan memajukan perusahaan dan tim. Tunjukkan juga kamu seorang pemain tim dan cara agar berhasil mengelola proyek hingga akhir.
Keempat, kurang kesadaran diri.
Selama wawancara, ada yang namanya leadership and drive di mana pewawancara menguji kesadaran diri dan kemauan untuk mengambil umpan balik. Di sini, kamu bisa menceritakan apa saja yang pernah diberikan kepada perusahaan dan mengambil tindakan apa saja ketika diberikan tugas.
Kelima, jarang mendengar.
Yang paling penting, kamu harus mendengarkan pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Plus, alasan di belakangnya. Pewawancara bertanya untuk mempelajari lebih lanjut tentang keahlianmu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya