Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Sama-sama Menghijau Di Akhir Pekan. (Foto: Shutterstock)
Dream - Meski kondisi bursa regional tengah loyo, pemodal Indonesia mulai berani terjun ke lantai bursa. Beberapa saham bahkan mulai kembali jadi sasaran beli investor dan mendorong indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali cerah.
Aksi beli investor dan berkurangnya nett sell asing membuat indeks saham syariah juga bergerak menguat.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta Jumat 26 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menanjak 0,582 poin (0,34%) ke level 172,837. ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka menguat di 172,296 dan sempat menyentuh level tertinggi di 173,153.
Dua indeks bluechip syariah juga tak mau ketinggalan panen aksi beli investor. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 3,613 poin (0,57%) ke level 640,088.
Sementara indeks syariah baru, JII70 naik 0,700 poin (0,33%) ke level 212,661.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia jelang akhir pekan ini memang sedang gembira. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 29,956 poin (0,52%) ke level 5.784,921.
Nilai perdagangan saham syariah juga ikut bergerak aktif. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan tercatat aksi jual beli saham syariah mencapai Rp2,81 triliun dengan 26,73 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Pemodal asing melakukan transaksi perdagangan saham syariah senilai Rp1,89 triliun dari 6,53 miliar saham yang ditansaksikan.
Sebagian besar indeks syariah menghijau. Sektor infrastruktur bergerak naik 1,09 persen. Kenaikannya disusul oleh sektor perdagangan sebesar 1,07 persen dan barang konsumsi 0,7 persen.
Indeks sektor saham industri dasar sayangnya masih terkoreksi 0,89 persen dan properti 0,56 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp1.300, ITMG Rp850, LPPF Rp450, dan TCPI Rp420.
Sebaliknya, yang menjadi top gainer adalah INTP yang harganya terkoreksi sebesar Rp275, PTBA Rp240, CPIN Rp175, dan IPCC Rp170.
Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 31 poin (0,2%) ke level Rp15.218 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya