Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Iklan Yang Menyebutkan Relawan Vaksin Covid-19 Akan Mendapatkan Uang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Facebook sedang ramai membahas iklan yang mengklaim AstraZeneca Korea akan membayar orang untuk berpartisipasi uji klinis vaksin Covid-19. Dikabarkan perusahaan ini akan membayar 10 juta won atau Rp130 juta kepada mereka.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 30 Oktober 2020, iklan ini menyebutkan orang-orang di usia 19 tahun harus melakukan uji klinis vaksin Covid-19 selama empat minggu. Iklan itu mengatakan, semua biaya ditanggung oleh perusahaan AstraZeneca Korea.
“ Siapa pun yang tertarik dapat mengirim email ke covid19.trial@astrageneca.com,” tulis iklan tersebut.
Undangan itu seperti terlihat resmi dari perusahaan. Terlebih, ada iming-iming bakal membagikan uang sebanyak 400 ribu won hingga 1,4 juta won per relawan.
Iklan itu pun menjadi viral. Banyak orang-orang yang mengecek langsung ke situs hingga mendatangi perusahaan untuk menanyakan informasi tersebut.
" Situs perusahaan menjadi drop karena terlalu banyak pertanyaan itu. Kantor kami menerima banyak sekali panggilan. Sesungguhnya tidak ada keputusan yang kami buat tentang uji klinis vaksin covid-19 di Korea," kata juru bicara persuhaan, dikutip dari Korea Biomedical Review.
Sang juru bicara memastikan iklan tersebut hoaks. Domain perusahaan tersebut aslinya adalah astrazeneca.co.kr. bukan astregeneca.com.
Kabar hoaks itu juga dipastikan oleh Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan. Disebutkan kalau perusahaan itu tidak pernah meminta pemerintah untuk terlibat dalam pembuatan vaksin covid-19.
" AstraZeneca Korea tidak pernah mengajukan permohonan investigasi obat baru (IND) kepada pemerintah," kata seorang pejabat kementerian.
" Untuk melakukan uji klinis di Korea, perusahaan farmasi dan lembaga penelitian harus mengajukan IND ke kementerian keamanan makanan dan obat dan mendapat persetujuan."
(Sumber: Liputan6.com/Cakrayuri Nuralam)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya