Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Laju bursa saham Indonesia berseberangan dengan sebagian besar indeks saham utama Asia yang bergerak melemah. Masih adanya aksi beli membantu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat.
Berbeda dengan IHSG, dua indeks saham acuan syariah justru mengawali perdagangan di zona merah. Saat ini, keduanya belum bisa beranjak ke zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 12 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,015 poin ke level 172,051.
Hingga 21 menit waktu perdagangan, ISSI masih tertekan di zona merah usai melemah 0,172 poin (0,10%) ke level 171,894. ISSI sebetulnya sempat menyentuh zona hijau dengan level tertinggi 172,179.
Meski melemah, papan perdagangan ISSI masih didominasi penguatan harga saham emiten. Tercatat 67 emiten syariah bergerak menguat dan 45 lainnya tertekan aksi jual.
Transaksi perdagangan saham di awal sesi ini mencapai 5,04 miliar saham bernilai Rp 555,52 miliar.
Awal pembukaan di zona merah juga dialami Jakarta Islamic Index (JII). Indeks saham bluechips syariah ini melemah 0,395 poin ke level 711,742.
Saat ini, JII masih berada dalam tekanan jual dan terkoreksi 1,718 poin (0,24%) ke level 710,419.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga sempat menyentuh zona positif dengan level tertinggi di 712,439. Sebanyak 12 emiten unggulan syariah masih bergerak menguat sementara 10 lainnya mengalami pelemahan.
Transaksi perdagangan saham unggulan syariah telah memperdagangkan 1,49 miliar saham bernilai Rp 474 miliar.
Di kala dua indeks saham syariah melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru memulai perdagangan di zona positif. Namun, tekanan jual akhirnya memaksa IHSG ikut turun ke zona merah.
Di sesi pra pembukaan perdagangan, IHSG naik tipis 5,53 poin (0,10%) ke level 5.342,05. Penguatan indeks saham ini berlanjut di sesi pembukaan dengan menanjak 6,66 poin ke level 5.342,53.
Sepanjang 20 menit perdagangan saham, IHSG bergerak mixed. Saat ini, IHSG melaju positif 1,790 poin (0,03%) ke level 5.333,309. Namun IHSG sempat jatuh ke zona merah dengan level terendah di 5.332,602.
Lantai bursa pagi ini sudah memperdagangkan 9,32 miliar saham bernilai Rp 1,03 triliun. Pemodal asing belum sedikitpun mengendurkan belanja sahamnnya dengan mencetak nett buy Rp 94,58 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya