Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Merdeka.com)
Dream - Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria memastikan perayaan tahun baru 2021 tidak akan dilakukan dengan keramaian seperti tahun-tahun sebelumnya.
" Iya, pokoknya perayaan tahun baru kita pastikan tidak ada kegiatan perayaan yang menghadirkan banyak orang atau kerumunan seperti tahun lalu, itu kita pastikan," kata Riza Patria, Rabu 18 November 2020.
Riza Patria menyatakan anggaran Pemprov DKI tahun ini dipastikan akan lebih difokuskan pada program penanganan Covid-19 dan banjir.
" Apalagi juga anggarannya enggak ada. Sekarang fokus anggarannya untuk kepentingan Covid dan banjir," ucapnya.
Meski demikian, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan semua pihak, dari pemuka agama hingga tokoh masyarakat, untuk menggelar acara natal dan Tahun Byang tanpa menimbulkan kerumunan.
" Itu kan Natal masih lama, kita lihat dulu situasi dan kondisinya berdasarkan fakta. Semua kebijakan yang diambil tidak bisa sepihak ya. Banyak faktor yang harus diperhatikan, kita lihat fakta dan data, kita koordinasikan dengan semua pihak, para pemuka agama, pimpinan tokoh agama, juga dengan pemerintah pusat, para pakar, kita diskusikan bersama terkait baiknya ke depan," ujarnya.
" Dalam situasi seperti ini kita harus meningkatkan koordinasi, tidak mungkin memutuskan secara berpihak," tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan perayaan Tahun Baru 2021.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, tidak akan ada pengerahan massa dan konser seperti tahun-tahun sebelumnya.
" Tidak ada pengerahan massa seperti tahun-tahun sebelumnya, konser musik konser budaya, tari-tarian, nyanyi-nyanyian sebagainya, tahun ini tidak ada lagi," ujar Riza kepada wartawan, Senin 16 November 2020.
Keputusan ini diambil lantaran Jakarta masih dalam situasi pandemi Covid-19. Riza mengatakan segala kegiatan yang menimbulkan kerumunan, termasuk perayaan kembang api dilarang.
" Kalau selama masih ada covid kita tidak perkenankan kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan dan menyebarkan virus," tegasnya.
Pemprov akan mencari format lain untuk perayaan tahun baru, tanpa menimbulkan kerumunan.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya