Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rupiah Yang Menguat Dorong Indeks Syariah Ke Zona Hijau. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 9 April 2019. Kondisi perdagangan yang sudah oversold (jenuh jual) membuat aksi beli kembali terjadi di lantai bursa.
Sentimen dari kenaikan cadangan devisi untuk posisi Maret 2019 membuat investor sedikit yakin untuk kembali berburu saham. Meski sorotan utama pelaku pasar kali ini tertuju pada sentimen global.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menguat 2,183 poin (1,16%) ke level 190,587. ISSI terus menanjak setelah dibuka menghijau di level 188,563. Penguatan aksi beli terjadi jelang perdagangan berakhir dan mendorong indeks ISSI menyentuh level tertingginya.
Posisi rebound juga diukir indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Melesat 9,325 poin (1,33%), indeks JII bertahan di level 708,928. Sementara indeks JII70 tumbuh 3,017 poin (1,29%) ke level 235,922.
Penguatan rupiah dan posisi pasar yang oversold turut membantu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke jalur hijau. IHSG ditutup menguat 58,614 poin (0,91%) ke level 6.484,348.
Aksi beli saham ramai melanda lantai bursa. Semua indeks sektoral bergerak menanjak.
Investor banyak menginvestasikan dananya di saham sektor industri aneka, properti, dan perdagangan. Ketiga indeks sektoral ini melesat masing-masing 1,77 persen, 1,53 persen, dan 1,34 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer adalah DUTI yang harga sahamnya menguat Rp1.025, disusul oleh UNVR Rp800, UNTR Rp525, SMGR Rp375, dan ICBP Rp275.
Sebaliknya, harga saham FASW terkoreksi sebesar Rp200, BSSR Rp150, RODA Rp136, PNSE Rp125, dan MAPA Rp100.
Pada pukul 16.14, rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS melemah 38 poin (0,29%) ke level Rp14.129 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya