Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Apresiasi Dollar AS Membuat Indeks Syariah Dan IHSG Melemah.
Dream - Lagi-lagi mata uang dollar AS membuat pelaku pasar cemas. Nilai tukar AS yang menyentuh Rp15.000 di pasar spot memaksa sejumlah indeks acuan di bursa saham Indonesia bergerak melemah.
Pelemahan juga melanda tiga indeks acuan saham syariah yang awalnya dibuka menguat.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 2 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terpangkas hingga 1,972 poin (1,11%) ke level 175,232.
ISSI tergelincir usai dibuka mengaut di level 177,326. Namun 30 menit jelang penutupan perdagangan sesi pertama, sentimen negatif muli menggoyahkan langkah beli investor. ISSI pun terjungkal ke zona merah hingga sesi penutupan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak bisa berbuat banyak ditengah aksi jual investor. Dengan hanya dukungan 7 emiten yang bergerak menguat, JII ditutup melemah 8,529 poin (1,29%) ke level 653,744 mengikuti koreksi harga saham dari 23 penghuninya.
Indeks JII70 beringsut 2,923 poin (1,33%) ke level 217,054.
Langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk kembali ke level 6000 pun harus dimulai dari awal. IHSG kali ini terkoreksi 68,982 poin (1,16%) ke level 5.875,619.
Tak ada sentimen positif yang mendorong investor melakukan aksi beli saham. Penjualan saham ini membuat harga 192 saham syariah turun. Ramainya aksi jual investor membuat transaksi perdagangan mengalami kenaikan menjadi Rp4,2 triliun dari 72,73 miliar lembar saham.
Saham indeks sektoral kebakaran. Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor industri dasar dan industri aneka yang merosot 2,98 persen dan industri aneka 1,70 persen.
Pelemahan ini juga diikuti oleh sektor manufaktur 1,40 persen, pertambangan sebesar 1,39 persen, dan keuangan 1,29 persen.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp250, PTBA Rp190, ICBP Rp125, AKRA Rp110, dan PTPP Rp60.
Harga saham INTP terkoreksi sebesar Rp800, SMGR Rp575, UNVR Rp525, UNTR Rp350, dan ITMG Rp250.
Sementara itu rupiah sore ini tak bisa berbuat banyak. Dengan sentimen negatif dari internasional, rupiah harus takluk dari dollar AS.
Sejak perdagangan dimulai dollar AS memang sudag mengamuk. Bahkan, nilai tukarnya menembus level tertinggi di Rp15.043 per dolar AS.
Pada pukul 16.09, kursnya berada di level Rp15.022. Nilai tukarnya menguat 112 poin (0,75%) ke level Rp14.970.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya