Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketiga Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini, Selasa 22 Januari 2019. (Foto: Shutterstockl)
Dream - Indeks syariah lagi-lagi diselamatkan di menit-menit terakhir perdagangan. Melemah usai 35 menit pembukaan perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan dua indeks bluechips syariah berhasil lolos dari tekanan.
Aksi beli pemodal lokal tak lepas dari langkah investor asing yang belum mengundurkan posisinya berburu saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Sayang, hasil positif ini tak berpengaruh pada nilai tukar dollar AS yang malah naik.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Selasa 22 Januari 2019, indeks ISSI menguat 0,224 poin (0,12%) ke level 191,563. ISSI yang dibuka menguat di level 191,388 sempat bergerak melemah usai 30 menit waktu perdagangan.
Laju pelemahan ISSI ini terus bertahan hingga 15 menit jelang penutupan berakhir. Aksi beli pemodal di detik-detik terakhir ini sukses mendorong ISSI kembali ke zona hijau.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga bergerak naik 0,953 poin (0,13%) ke level 724,755. Sementara indeks JII70, menanjak 0,481 poin (0,2%) ke level 240,530.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpacu aksi beli asing senilai Rp117 miliar menanjak 17,728 poin (0,27%) ke level 6.468,562.
Investor lebih suka bermain saham di sektor industri dasar, barang konsumsi, dan properti. Ketiga indeks sektoral ini terangkat 1,41 persen, 0,74 persen, dan 0,69 persen.
Sebaliknya, sektor pertambangan turun 1,71 persen, industri aneka 1,26 persen, dan infrastruktur 0,09 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya naik Rp825, AALI Rp475, LPPF Rp325, ISAT Rp290, dan ICBP Rp250.
Sedangkan yang menjadi top loser adalah ITMG yang harga sahamnya terkoreksi 950, UNTR Rp800, HEXA Rp430, KIOS Rp210, dan IBST Rp200.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Pukul 16.01, kurs dolar menguat 25 poin (0,17%) ke level Rp14.251 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya