Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Indeks Syariah Kompak Melemah Hari Ini.
Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak bergerak ke zona merah pada penutupan perdagangan Kamis, 1 November 2018. Pelemahan tiga indeks acuan ini berbanding terbalik dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat terbatas.
Pelemahan indeks syariah terjadi karena koreksi pada saham-saham unggulan di sektor industri dasar dan barang konsumsi.
Sentimen positif dari penguatan kurs rupiah terhadap dollar AS juga belum menarik perhatian pemodal syariah berburu saham.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah tipis 0,170 poin (0,09%) ke level 173,972. Di sesi pembukaan ISSI sebetulnya sempat menguat ke level 174,426 namun hanya bertahan sementara.
ISSI selanjutnya malah bergerak fluktuatif dan sempat terpeleset ke level terendah 173,302.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga mengalami koreksi 0,943 poin (0,14%) ke level 650,328. Sedangkan Indeks JII70 beringsut 0,334 poin (0,15%) ke level 214,704.
Tercatat kali ini, nilai perdagangan saham syariah hari ini mencapai Ro3,27 triliun dari 37,35 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor industri dasar, barang konsumsi, manufaktur, dan properti. Keempat indeks ini melemah masing-masing 1,63 persen, 1,337 persen, 1,23 persen, dan 0,96 persen.
Penguatan saham industri aneka sebesar 1,33 persen, keuangan 1,26 persen, dan pertambangan 0,66 persen bisa menahan laju koreksi indeks syariah agar tak jatuh lebih dalam.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya naik Rp875, IBST Rp500, EMTK Rp300, SMGR Rp250, TCPI Rp250.
Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya terjun Rp1.025, diikuti oleh INTP Rp425, EXCL Rp400, AALI Rp275, dan PRDA Rp240.
Dari pasar uang, nilai tukar dolar terhadap rupiah turun 85 poin (0,56%) ke level Rp15.117.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya