Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia menutup perdagangan Mei 2015 dengan manis. Usai terpuruk tujuh hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat.
Kembalinya aksi beli investor dimotori pemodal lokal sukses menggairahkan pasar modal nasional. Penguatan juga diperoleh dua indeks saham syariah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 2,143 poin (1,33%) ke level 163,853.
Penutupan di zona hijau ini cukup mengejutkan mengingat papan perdagangan ISSI justru dipenuhi koreksi harga saham. Tercatat 104 emiten penghuni ISSI masih longsor ke zona merah.
Sebaliknya, 79 emiten syariah sukses mendorong ISSI ke zona hijau. Sisanya, 50 emiten melaju stagnan.
Transaksi perdagangan di awal pekan ini mencapai Rp 3,71 triliun dengan 33,2 miliar saham yang beralihtangan.
ISSI menghabiskan waktu perdagangan di zona hijau. Bahkan ISSI sempat menyentuh level tertinggi 164,500, sebelum aksi jual kembali melongsorkan kenaikan tersebut. Posisi terendah ISSI berada di level 162,050.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga sukses mengukir penutupan di zona positif. Indeks JII ditutup menguat 14,358 poin (2,16%) ke level 679,161.
Laju JII disokong menguatnya harga saham dari 17 emiten bluechips syariah. Sisanya, 12 emiten bergerak melemah dan 1 lainnya memilih stagnan.
Indeks JII melaju mantap di zona hijau dengan posisi terendah diukir di level 667,901. JII bahkan sempat menyentuh level tertinggi 682,456.
Emiten penghasil semen, INTP menjadi saham paling banyak dibeli investor. Menjadi top gainer, INTP menguat Rp 1.800 per saham.
Penghuni daftar top gainer emiten bluechips syariah lainnya adalah SILO yang menguat Rp 900, ICBP dan UNVR yang naik Rp 400, dan ITMG Rp 300 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses memulai perdagangan awal Mei 2015 dengan menguat 54,712 poin (1,08%) ke level 5.141,137.
Lantai bursa kali ini mentransaksikan dana sekitar Rp 6,57 triliun dengan 52,77 miliar saham yang beralihtangan. Pemodal asing belum sepenuhnya kembali ke pasar modal Indonesia. Namun asing kali ini hanya mencetak nett sell Rp 18,89 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya