Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Menguat, IHSG Bangkit Usai 7 Hari Terpuruk

Reporter : Syahid Latif
Senin, 4 Mei 2015 16:25
Indeks Syariah Menguat, IHSG Bangkit Usai 7 Hari Terpuruk
Pemodal mulai kembali mengoleksi saham-saham yang dianggap layak dikoleksi

Dream - Bursa saham Indonesia menutup perdagangan Mei 2015 dengan manis. Usai terpuruk tujuh hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat.

Kembalinya aksi beli investor dimotori pemodal lokal sukses menggairahkan pasar modal nasional. Penguatan juga diperoleh dua indeks saham syariah.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 2,143 poin (1,33%) ke level 163,853.

Penutupan di zona hijau ini cukup mengejutkan mengingat papan perdagangan ISSI justru dipenuhi koreksi harga saham. Tercatat 104 emiten penghuni ISSI masih longsor ke zona merah.

Sebaliknya, 79 emiten syariah sukses mendorong ISSI ke zona hijau. Sisanya, 50 emiten melaju stagnan.

Transaksi perdagangan di awal pekan ini mencapai Rp 3,71 triliun dengan 33,2 miliar saham yang beralihtangan.

ISSI menghabiskan waktu perdagangan di zona hijau. Bahkan ISSI sempat menyentuh level tertinggi 164,500, sebelum aksi jual kembali melongsorkan kenaikan tersebut. Posisi terendah ISSI berada di level 162,050.

Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga sukses mengukir penutupan di zona positif. Indeks JII ditutup menguat 14,358 poin (2,16%) ke level 679,161.

Laju JII disokong menguatnya harga saham dari 17 emiten bluechips syariah. Sisanya, 12 emiten bergerak melemah dan 1 lainnya memilih stagnan.

Indeks JII melaju mantap di zona hijau dengan posisi terendah diukir di level 667,901. JII bahkan sempat menyentuh level tertinggi 682,456.

Emiten penghasil semen, INTP menjadi saham paling banyak dibeli investor. Menjadi top gainer, INTP menguat Rp 1.800 per saham.

Penghuni daftar top gainer emiten bluechips syariah lainnya adalah SILO yang menguat Rp 900, ICBP dan UNVR yang naik Rp 400, dan ITMG Rp 300 per saham.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses memulai perdagangan awal Mei 2015 dengan menguat 54,712 poin (1,08%) ke level 5.141,137.

Lantai bursa kali ini mentransaksikan dana sekitar Rp 6,57 triliun dengan 52,77 miliar saham yang beralihtangan. Pemodal asing belum sepenuhnya kembali ke pasar modal Indonesia. Namun asing kali ini hanya mencetak nett sell Rp 18,89 miliar.

Beri Komentar