Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Indeks Syariah Dan IHSG Menguat Ketika Perdagangan Ditutup Hari Ini.
Dream - Laju indeks syariah masih belum berhenti di pertengahan pekan terakhir Agustus 2018. Kondisi bursa regional yang bergerak bervariatif sempat menahan laju beli investor dan membuat tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpeleset.
Tekanan juga datang dari aksi pemodal asing yang mencoba menarik sedikit dananya di pasar bursa domestik.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 1,102 poin (0,57%) ke level 179,941. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 179,158.
Adanya tekan jual sempat mendorong ISSI menyentuh terpeleset ke zona merah dan mencapai level terendah di 178,527.
Dua indeks keping biru syariah juga bernasib serupa. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menanjak 6,549 poin (0,99%) ke level 668,612. Begitu pula dengan indeks JII70 yang merangkak naik 1,756 poin (0,79%) ke level 222,922.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa menahan aksi jual asing dan menanjak 22,499 poin (0,37%) ke level 6.065,149.
Aksi jual beli saham syariah relatif berkurang dari sisi volume namun meningkat secara nilai. Dengan 130 saham syariah yang bergerak turun, transaksi perdagangan kali ini mencapai Rp4,61 triliun dari 51,58 miliar lembar saham.
Investor lebih melirik sektor pertanian untuk bermain saham. Alhasil, indeksnya meroket 2,26 persen. Kenaikan saham ini diikuti oleh industri aneka sebesar 1,35 persen dan barang konsumsi 1,31 persen.
Pelemahan indeks industri sebesar 0,01 persen dan keuangan 0,47 persen tak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perdagangan.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp850, UNTR Rp600, ITMG Rp525, UNVR Rp275, dan INTP Rp225.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah INDY yang harga sahamnya turun Rp80, INDF Rp75, AKRA Rp30, TPIA Rp25, dan CTRA Rp15.
Hari ini, rupiah sedang bermuram durja. Dolar AS enggan lengser dari posisi Rp14.600.
Pada perdagangan sore hari, dolar AS justru menguat 17 poin (0,12%) ke level Rp14.643. Mata uang Paman Sam ini memang bertahan di level Rp14.600 ketika perdagangan berlangsung.
Saat dibuka, dolar menghijau di Rp14.638 per dolar AS dan menyentuh level tertinggi di Rp14.662 per dolar AS.
Dolar sempat turun, tapi tak lengser dari Rp14.600. Dia justru sempat merunduk ke level Rp14.614.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele