Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Menguat, Dolar AS Masih Perkasa

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 29 Agustus 2018 16:58
Indeks Syariah Menguat, Dolar AS Masih Perkasa
Tiga indeks syariah kompak menguat.

Dream - Laju indeks syariah masih belum berhenti di pertengahan pekan terakhir Agustus 2018. Kondisi bursa regional yang bergerak bervariatif sempat menahan laju beli investor dan membuat tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpeleset.

Tekanan juga datang dari aksi pemodal asing yang mencoba menarik sedikit dananya di pasar bursa domestik. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 1,102 poin (0,57%) ke level 179,941. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 179,158.

Adanya tekan jual sempat mendorong ISSI menyentuh terpeleset ke zona merah dan mencapai level terendah di 178,527.

Dua indeks keping biru syariah juga bernasib serupa. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup  menanjak 6,549 poin (0,99%) ke level 668,612. Begitu pula dengan indeks JII70 yang merangkak naik 1,756 poin (0,79%) ke level 222,922.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa menahan aksi jual asing dan  menanjak 22,499 poin (0,37%) ke level 6.065,149.

Aksi jual beli saham syariah relatif berkurang dari sisi volume namun meningkat secara nilai. Dengan 130 saham syariah yang bergerak turun, transaksi perdagangan kali ini mencapai Rp4,61 triliun dari 51,58 miliar lembar saham.

1 dari 2 halaman

Sektor Pertanian Melesat

Investor lebih melirik sektor pertanian untuk bermain saham. Alhasil, indeksnya meroket 2,26 persen. Kenaikan saham ini diikuti oleh industri aneka sebesar 1,35 persen dan barang konsumsi 1,31 persen.

Pelemahan indeks industri sebesar 0,01 persen dan keuangan 0,47 persen tak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perdagangan.

Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp850, UNTR Rp600, ITMG Rp525, UNVR Rp275, dan INTP Rp225.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah INDY yang harga sahamnya turun Rp80, INDF Rp75, AKRA Rp30, TPIA Rp25, dan CTRA Rp15.

2 dari 2 halaman

Tapi, Kok, Dolar Ogah Turun?

Hari ini, rupiah sedang bermuram durja. Dolar AS enggan lengser dari posisi Rp14.600.

Pada perdagangan sore hari, dolar AS justru menguat 17 poin (0,12%) ke level Rp14.643. Mata uang Paman Sam ini memang bertahan di level Rp14.600 ketika perdagangan berlangsung.

Saat dibuka, dolar menghijau di Rp14.638 per dolar AS dan menyentuh level tertinggi di Rp14.662 per dolar AS.

Dolar sempat turun, tapi tak lengser dari Rp14.600. Dia justru sempat merunduk ke level Rp14.614.

Beri Komentar