Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Aura positif yang memayungi pasar modal Indonesia membuat indeks saham acuan melayang. Penguatan ini melanjutkan tren naik yang mulai terdeteksi sejak akhir pekan lalu.
Kembalinya dana asing benar-benar menjadi motor penggerak indeks. Pemodal pun tak ragu melakukan aksi belanja saham. Meski pada sesi penutupan, asing justru berbalik mencetak nett sell Rp 178 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 30 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,046 poin (1,20%) ke level 172,236.
Laju ISSI sebetulnya masih bisa lebih kencang jika saja investor tak menggelar aksi jual jelang penutupan. ISSI sempat mencetak level tertinggi di 172,662 dan terendah 170,820.
ISSI yang sepanjang perdagangan bercokol di zona hijau berhasil mengangkat 140 emiten syariah ke zona hijau. Namun, ISSI masih tertekan dengan pelemahan harga saham dari 50 emiten syariah.
Di awal pekan investor sudah memperdagangkan 33,28 miliar saham bernilai Rp 3,83 triliun.
Berlanjutnya laju indeks saham acuan juga dialami Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII ditutup menguat 10,512 poin (1,48%) ke level 720,495.
Papan perdagangan JII hanya memunculkan satu emiten di zona merah. Sisanya, 26 emiten unggulan syariah melaju positif dan 3 lainnya stagnan.
Sama dengan ISSI, JII juga melaju nyaman di zona hijau. Indeks JII hanya sempat longsor ke posisi terendah 713,639, atau masih di zona positif.
JII sebetulnya bisa melompat lebih tinggi jika saja tak ada tekanan jual di menit akhir perdagangan. JII sempat bertengger di level tertinggi 724,100.
Emiten bluechips syariah incaran investor kembali mengisi daftar pencetak kenaikan harga tertinggi. Lima emiten penghuni top gainer itu adalah UNVR yang naik Rp 550, disusul ITMG Rp 400, PTBA Rp 200, ASII Rp 175, dan AALI Rp 150 per saham.
Satu-satunya emiten unggulan syariah yang bergerak melemah adalah SILO dengan pelemahan Rp 25 per saham.
Lompatan juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup mengat 41,802 poin (0,77%) ke level 5.438,656. IHSG sempat mencetak level tertinggi 5.459,746 dan terendah di 5.411,969.
Pasar modal Indonesia awal pekan ini langsung diguyur dana investor hingga Rp 6,09 triliun dari aksi jual beli 60,42 miliar saham.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia kompak melaju di zona hijau. Indeks Nikkei dan Hang Seng tercatat menguat 0,65 persen dan 1,51 persen.
Sementara kurs rupiah masih belum bisa keluar dari tekanan. Rupiah sore ini masih bertengger di level 13.048 per dolar atau menguat 17 poin (0,13%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya