Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebagian besar publik hanya mengenal konsep wakaf pada penyerahan harta benda semisal makam, madrasah, ataupun masjid. Melihat kondisi ini, Malaysia justru ingin membawa konsep wakaf naik kelas.
Ketua Awqaf Holdings Bhd (Awqaf) Tan Sri Muhammad Ali Hashim menilai masyarakat muslim sebetulnya bisa memanfaatkan konsep wakaf untuk mengatasi tantangan ekonomi. Bahkan lebih jauh, `wakaf perusahaan' dapat memberdayakan ekonomi umat Islam dan memenangkan jihad bisnis.
Muhammad Ali yang juga Presiden Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) mengatakan masyarakat Melayu khususnya dan umat Islam umumnya, memang masih lemah dalam bisnis dan rendah dalam penguasaan perusahaan. Hal ini menyebabkan umat muslim Melayu terpinggirkan dalam arus ekonomi global yang didominasi korporasi raksasa internasional.
" Wakaf perusahaan, yang memiliki ciri retensi hak milik, paling sesuai untuk menangani masalah kebocoran harta kekayaan. Wakaf perusahaan bisa mengatasi kemerosotan hak milik perusahaan Melayu dan umat Islam, sekaligus menegakkan keadilan ekonomi negara," katanya seperti dikutip laman bernama, Senin, 30 Maret 2015.
Diakui Muhammad Ali, usaha untuk mengubah paradigma wakaf memang bukan sesuatu yang mudah. Namun lembaganya sudah bertekad membawa konsep wakaf naik lebih tinggi.
" Kami akui usaha untuk mensukseskan wakaf perusahaan ini bukan suatu yang mudah," katanya.
Ali mengaku sudah menyerukan umat Islam di Malaysia untuk menghidupkan kembali budaya wakaf. termasuk anggota perusahaan dan bisnis Melayu yang sukses dengan berwakaf dan berinfak melalui Awqaf.
Katanya dana wakaf yang diterima akan diusahakan oleh Awqaf dalam bentuk bisnis yang akan memberi manfaat kepada umat Islam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya