Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Duh, IHSG Dan Pasar Modal Syariah Rontok. (Foto: Shutterstock)
Dream - Pasar saham dunia, termasuk Indonesia, berguguran setelah terserang sentimen negatif global. Pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, yang akan menunda kenaikan suku bunga acuan dan putaran baru pinjaman murah memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Koreksi yang terjadi pada nilai tukar rupiah turut membuat pelaku pasar menjauh dari pasar modal domestik di Harpitnas hari ini, Jumat, 8 Februari 2019.
Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut sentimen negatif ini dengan longsor ke zona negatif.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang bergerak melemah sepanjang perdagangan, menutup sesi transaksi dengan koreksi 2,573 poin (1,34%) ke level 188,861 sekaligus posisi terendahnya selama perdagangan berlangsung.
Koreksi lebih tajam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun sampai 10,874 poin (1,55%) ke level 689,800.
Sementara Indeks JII70, melemah 3,461 poin (1,47%) ke level 231,215.
Tekanan jual akibat koreksi rupiah juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur cukup dalam. IHSG terkoreksi hingga 74,888 poin (1,16%) ke level 6.383,086.
Investor menahan diri untuk membeli saham dan memilih melepas saham di semua sektor. Koreksi terdalam dialami sektor infrastruktur, industri aneka, dan industri dasar yang masing-masing melemah 2,58 persen, 2,06 persen, dan 1,37 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya terangkat Rp280, HERO Rp110, CASS Rp100, LINK Rp90, dan EMTK Rp75.
Sayang kenaikan itu sama sekali tak bisa mengangkat laju indeks syariah yang mengalami tekanan jual cukup hebat. Ini terlihat dari laju bluechips syariah di jajaran top losser yang mengalami koreksi cukup dalam.
Top losser saham syariah dialami saham TCPI yang anjlok Rp1.775, disusul UNVR Rp800, INTP Rp525, UNTR Rp500, dan INCO Rp240.
Dolar AS menguat tajam terhadap rupiah. Pada pukul 16.14, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melesat 186 poin (1,29 persen).
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya