7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Pelaku pasar tampaknya merespon positif hasil reshuffle kabinet pilihan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Buktinya, bursa saham Indonesia ditutup menguat dan melaju positif sepanjang perdagangan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang 2016.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016, indeks ISSI menguat 2,328 poin (1,35%) ke level 174,626. Sementara indeks JII menanjak 11,238 poin (1,56%) ke level 733,730.
Transaksi perdagangan saham syariah juga meningkat pesat dengan mengukit nilai Rp 6,03 triliun. Dari 38,44 miliar saham yang berpindahtangan, sebanyak 122 emiten saham syariah ditutup menguat dan 76 lainnya mengalami aksi jual.
Sentimen reshuflle kabinet dan masuknya kembali nama Sri Mulyani sebagai Menkeu membuat investor berburu saham di lantai bursa. Terlihat dari laju ISSI yang terus menguat sejak sesi pembukaan perdagangan.
ISSI bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 175,308.
Di jajaran saham bluechips syariah, sebanyak 19 emiten JII ditutup mengaut. Transaksi perdagangan mencapai Rp 4,06 triliun.
Meski dilanda aksi beli, indeks sektor pertanian dan industri aneka masih mengalami tekanan jual dengan melemah 0,33 persen dan 0,66 persen.
Penguatan tertinggi dialami emiten sektor industri dasar yang menguat 2,51 persen, keuangan 1,48 persen, dan infrastruktur 1,45 persen.
Emiten UNVR mencetak kenaikan harga tertinggi sebesar Rp 1,650 per saham. Emiten penghuni top gainer lainnya dihuni LPPF yang naik Rp 500, INTP Rp 475, INDF Rp 350, dan SILO Rp 350 per saham.
Sementara tiga saham kelompok Astra, UNTR, AALI dan ASSI mengalami tekanan jual dengan turun Rp 300, Rp 250, dan Rp 75 per saham. Disusul ADRO Rp 75, dan SSMS Ep 15 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini ditutup menguat 48 poin (0,36%) ke level 13.117 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?