Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)
Dream - Indeks syariah bergerak tak kompak pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin 21 Januari 2019. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menguat tipis akibat tekanan jual pada saham-saham unggulan syariah.
Berbeda dengan ISSI, tekanan jual bluechips syariah membuat dua indeks saham unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII) dan JII70, bergerak melemah.
Masih adanya sentimen penguatan rupiah menjadi sentimn pengungkit laju bursa saham Indonesia. Namun angin segar itu harus bertabrakan dengan langkah pemodal yang melakukan aksi ambil untung.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatat ISSI hanya menguat tipis 0,025 poin (0,01%) ke level 191,339. ISSI bergerak menghijau di level 191,689 ketika perdagangan dimulai. Meski bergerak menguat sepanjang perdagangan, ISSI hanya mampu menembus level tertinggi di 192,337.
Sayangnya kinerja indeks JII tak sebaik ISSI. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini malah merosot 2,281 poin (0,31%) ke level 723,802.
Indeks JII70 jugamelemah 0,475 poin (0,19%) ke level 240,049.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa merangkak naik meski hanya menguat 2,678 poin (0,04%) ke level 6.450,834.
Dengan tekanan jual yang mulai bermunculan, investor kembali menyelematkan portofolionya dengan berburu emiten sektor komoditas. Awal pekan ini indeks sektor pertanian dan pertambangan memimpin penguatan usai menguat 3,72 persen dan 0,81 persen.
Sebaliknya indeks sektor industri aneka terpangkas 1,37 persen disusul properti 1,29 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya naik Rp2.225, AALI Rp775, TCID Rp650, BYAN Rp500, dan UNIC Rp300.
Daftar top loser saham syariah kali ini dihuni EMTK yang harganya terkoreksi Rp400, MKPI Rp275, KIOS Rp210, INDR Rp200, dan UNVR Rp175.
Dari pasar uang, dolar AS menguat tipis. Pada 16.10, nilai tukar dolar AS menguat 16 poin (0,11%) ke level Rp14.207.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya