Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pemerintah Joko Widodo berniat kembali bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Indonesia mengundurkan diri dari organisasi ini sejak 7 tahun silam.
Usul tersebut rencananya akan disampaikan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kepada Presiden.
" Saya akan bertanya pada presiden untuk mempertimbangkan kembali bergabung sebagai anggota OPEC, sehingga kita bisa dekat dengan pasar," kata Sudirman seperti dikutip dari laman cnbc.com, Kamis, 7 Mei 2015.
Indonesia sebetulnya pernah menjadi satu-satunya negara Asia yang tergabung dalam OPEC selama 50 tahun. Indonesia mundur dari OPEC pada 2008 setelah permintaan minyak meningkat sementara produksi terus berkurang.
Kondisi ini membuat Indonesia berganti status menjadi negara importir minyak.
Berdasarkan statuta OPEC, sebuah negara bisa menjadi anggota jika memiliki net ekspor dalam jumlah signifikan serta memiliki semangat sama dengan negara anggota lainnya.
Peluang Indonesia terbuka jika keinginannya disetujui tiga per empat dari anggota tetap OPEC.
Namun usul ini kemungkinan masih harus menunggu pertemuan OPEC yang akan digelar pada Juni mendatang. Indonesia sendiri akan datang sebagai negara pengamat.
" Keanggotaan OPEC memiliki tingkatan tertentu. Sebagai tahap awal Indonesia bisa menjadi pengamat. Namun, jika diberi kesempatan menjadi anggota penuh, tentu itu sesuatu yang bagus," kata Sudirman.
Target produksi minyak Indonesia tahun ini mencaai 825 ribu barel per hari, atau cuma separuh dari posisinya di awal 1990-an.
Meski masih mengekspor minyak mentah, Indonesia juga menjadi pengimpor besar produk turunan minyak. Indonesia juga tercatat sebagai eksportir gas alam terbesar dunia.
Untuk memasok kebutuhan minyak, Indonesia rencananya mengirim delegasi ke Kuwait, Azerbaijan, Irak, Rusia, dan produsen minyak lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya