Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Menyambut rancangan besar pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk merevitalisasi sektor maritim Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program Jangkau, Sinergi dan Guideline (JARING).
" Program JARING bertujuan menjawab kebutuhan stakeholders terhadap informasi tentang database Kelautan dan Perikanan, skim pembiayaan, pemetaan resiko bisnis dan dukungan regulasi dari otoritas terkait," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, dalam sambutan peluncuran program JARING Kamis, 7 Mei 2015 di Jakarta.
Untuk itu, lanjut Muliaman, OJK menggandeng beberapa lembaga untuk bekerjasama. Di antaranya bank, lembaga pembiayaan (leasing), perusahaan asuransi, dan KADIN untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan.
Muliaman menambahkan, target utama JARING adalah peningkatan pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan yang terus bertumbuh serta mendorong perluasan akses masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
" Selain itu program ini diharap bisa mendorong pemahaman pelaku sektor jasa keuangan terhadap bisnis sektor kelautan dan perikanan yang lebih baik, sekaligus memperbaiki tingkat kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha mikro dan kecil, serta menambah jumlah lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.
Sedangkan sasaran jangka pendeknya, tambah Muliaman, OJK menargetkan JARING mampu menyediakan infrastruktur kepada sektor jasa keuangan dalam meningkatkan pembiayaan bidang maritim lebih dari 50% pada 2015.
Hingga saat ini, terdapat delapan bank pelopor pembiayaan sektor kelautan dan perikanan yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Danamon Indonesia, Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Bank Permata, Bank Bukopin dan BPD Sulselbar. Selain itu, industri keuangan non bank juga ikut serta membiayai sektor laut ini melalui Konsorsium Perusahaan Pembiayaan, Asuransi Jiwa, Asuransi Umum dan Penjaminan.
Laporan Kurnia Yunita Rahayu
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?