Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indonesia Masih Kekurangan Daging Sapi dan Kedelai

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 23 Agustus 2016 18:43
Indonesia Masih Kekurangan Daging Sapi dan Kedelai
Produksi dua bahan pangan ini belum menutup kebutuhan dalam negeri.

Dream – Stok daging sapi dan kedelai lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Dua bahan pangan ini masih mengalami defisit sehingga keran impor masih perlu dibuka.

“ Kedelai minus 42 persen. Angka ini tinggi,” kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Agung Hendriadi di Press Room Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2016,

Data Kementan menunjukan, produksi kedelai sebanyak 1,59 juta ton masih belum bisa menutup kebutuhan yang mencapai 2,59 juta ton. Selisih 1 juta ton kedelai rencananya akan diisi dari impor.

Agung mengakui, Kementan masih belum mampu menutup kebutuhan kedelai nasional melalui produk lokal. “ Kami akui belum bisa,” kata dia.

Selain kedelai, Agung mengungkapkan pasokan daging sapi juga masih mengalami defisit. Dari produksi sapi lokal hingga akhir tahun yang diprediksi mencapai 441,8 ribu ton, kebutuhan masyarakat justru sebanyak  662,3 ribu ton. Hal ini menyebabkan perlu adanya impor sebanyak 220,5 ribu ton daging sapi.

Rencananya, pemerintah akan melakukan impor daging sapi dari Australia dan Amerika Serikat. Sementara untuk kedelai, diusulkan dipasok dari Argentina. " Untuk kedelai itu akan impor dari Argentina, tapi masih belum ada kerjasama," ujar dia.

Bagaimana dengan bahan pangan lainnya? Agung menyebut stok bahan pangan seperti beras, jagung, dan daging ayam aman hingga akhir tahun. Untuk beras, dikatakan stok pangan ini berlebih.

“ Ada 20 juta ton asumsi bahwa stok awal sampai hari ini panen dan stok di Bulog sebanyak 8,8 juta ton,” kata dia.

Agung mengatakan stok jagung pun tak bermasalah hingga akhir tahun ini. Dikatakan ada kelebihan produksi sebanyak 3,6 juta ton.

“ Untuk minyak goreng, produksinya dua kali lipat daripada kebutuhan. Jadi, ada (produksi) berlebih, bahkan kita bisa ekspor,” kata dia.

Untuk bawang merah, lanjut dia, ada produksi sebesar 1,2 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri sebanyak 1,1 juta ton sehingga ada surplus 180 ribu ton. Daging ayam juga produksinya dinilai melimpah. Produksinya sebanyak 2,83 juta ton, sedangkan kebutuhannya 1, 24 juta ton. Begitu pula dengan stok telur ayam yang sebanyak 2,89 juta ton, sedangkan kebutuhannya sebanyak 1,45 juta ton.(Sah)

Beri Komentar