Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Impor Daging Sapi Tetap Diperlukan Untuk Menutup Kebutuhan Dalam Negeri.
Dream – Stok daging sapi dan kedelai lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Dua bahan pangan ini masih mengalami defisit sehingga keran impor masih perlu dibuka.
“ Kedelai minus 42 persen. Angka ini tinggi,” kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Agung Hendriadi di Press Room Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2016,
Data Kementan menunjukan, produksi kedelai sebanyak 1,59 juta ton masih belum bisa menutup kebutuhan yang mencapai 2,59 juta ton. Selisih 1 juta ton kedelai rencananya akan diisi dari impor.
Agung mengakui, Kementan masih belum mampu menutup kebutuhan kedelai nasional melalui produk lokal. “ Kami akui belum bisa,” kata dia.
Selain kedelai, Agung mengungkapkan pasokan daging sapi juga masih mengalami defisit. Dari produksi sapi lokal hingga akhir tahun yang diprediksi mencapai 441,8 ribu ton, kebutuhan masyarakat justru sebanyak 662,3 ribu ton. Hal ini menyebabkan perlu adanya impor sebanyak 220,5 ribu ton daging sapi.
Rencananya, pemerintah akan melakukan impor daging sapi dari Australia dan Amerika Serikat. Sementara untuk kedelai, diusulkan dipasok dari Argentina. " Untuk kedelai itu akan impor dari Argentina, tapi masih belum ada kerjasama," ujar dia.
Bagaimana dengan bahan pangan lainnya? Agung menyebut stok bahan pangan seperti beras, jagung, dan daging ayam aman hingga akhir tahun. Untuk beras, dikatakan stok pangan ini berlebih.
“ Ada 20 juta ton asumsi bahwa stok awal sampai hari ini panen dan stok di Bulog sebanyak 8,8 juta ton,” kata dia.
Agung mengatakan stok jagung pun tak bermasalah hingga akhir tahun ini. Dikatakan ada kelebihan produksi sebanyak 3,6 juta ton.
“ Untuk minyak goreng, produksinya dua kali lipat daripada kebutuhan. Jadi, ada (produksi) berlebih, bahkan kita bisa ekspor,” kata dia.
Untuk bawang merah, lanjut dia, ada produksi sebesar 1,2 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri sebanyak 1,1 juta ton sehingga ada surplus 180 ribu ton. Daging ayam juga produksinya dinilai melimpah. Produksinya sebanyak 2,83 juta ton, sedangkan kebutuhannya 1, 24 juta ton. Begitu pula dengan stok telur ayam yang sebanyak 2,89 juta ton, sedangkan kebutuhannya sebanyak 1,45 juta ton.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya