Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi, Eko Sandojo.
Dream – Program satu desa satu produk akan mempermudah aktivitas perdagangan online (electronic commerce/e-commerce). Hal ini diyakini bisa memperluas jaringan pasar pedesaan.
“ Program desa online bisa kami kaitkan dengan e-commerce. Kalau tak ada produk unggulan dalam 1 kecamatan atau minimal 1 desa untuk kita e-commerce juga susah. Saya ingin ke depan desa akan membantu kota, bukan kota membantu desa,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Sandojo, di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 23 Agustus 2016.
Eko mengatakan, lebih dari separuh masyarakat Indonesia saat ini berada di desa dan banyak di antaranya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Menurutnya, ada 74,75 ribu desa di Indonesia. Jika diberdayakan, hal ini akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi bangsa.
“ Tugas kita cuma satu, adalah bisa meningkatkan taraf hidup desa. Ada daerah yang masih tertinggal, meskipun ada juga yang sudah mulai berkembang dan maju. Sudah saatnya kita tidak hanya fokus pada infrastruktur tapi sudah waktunya kita melakukan pemberdayaan ekonomi juga” kata dia.
Eko mengatakan aliran dana yang masuk ke desa baik dana desa dari APBN maupun alokasi dana desa (ADD) dari pemerintah daerah dapat dimaksimalkan untuk mendatangkan pendapatan (income) ke desa. Salah satunya adalah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“ Selanjutnya dengan perusahaan swasta dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), bagaimana swasta dan BUMN ini bisa investasi ke desa dalam bentuk pasca panen. Kami upayakan agar bagaimana industri bisa masuk ke desa. Atau desa bisa bikin pelatihan yang bisa bekerja di luar desa, sehingga bisa membawa income masuk ke desa” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang