Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah menutup perdagangan awal pekan di zona positif. Tak terpengaruh penurunan harga saham emiten rokok, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) bergerak seharian di zona hijau.
Aksi beli jelang penutupan perdagangan mendorong laju ISSI dan JII menguat lebih tinggi.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Agustus 2016, indeks ISSI naik 1039 poin (0,58%) ke level 179,325. Indeks JII juga menanjak 6,962 poin (094%) ke level 749,422.
Laju kedua indeks saham syariah ini cukup nyaman di zona hijau. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 179,665, hanya turun ke level terendah 178,455.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,34 triliun dengan 31 miliar saham yang beralihtangan.
Meski menguat, aksi beli investor hanya mampu mengangkat 86 emiten syariah ke zona positif. Papan perdagangan ISSI justru didominasi koreksi harga saham dari 102 emiten syariah.
Laju indeks sektoral di awal pekan ini juga variatif. Indeks sektor keuangan mengalami koreksi sampai 0,30 persen, disusul pertambangan dan properti yang turun 0,23 persen.
Namun koreksi tersebut mampu diredam dengan kenaikan tajam indeks sektor industri aneka yang naik 2,02 persen, industri dasar 1,11 persen, dan pertanian 1,03 persen.
Top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni dua emiten kelompok Astra yaitu UNTR yang naik Rp 475 dan AALI Rp 400 per saham. Disusul LPPF yang naik Rp 250, dan ICBP serta INTP yang menguat Rp 225 per saham.
Sebaliknya, saham pelat merah PTBA dan JSMR menekan laju indeks JII usai melemah Rp 150, dan Rp 50 per saham. Top losser saham keping biru syariah lainnya dihuni SILO yang turun Rp 250, INDF Rp 125, dan INCO Rp 30 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah sore ini mengalami tekanan. Turun 55 poin (0,42%) menjadi 13.218 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya