Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indonesia telah naik status. Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan ekonomi Indonesia saat ini sudah masuk dalam klub negara satu triliun dollar (One Trillion Dollar Club).
“ Ekonomi Indonesia berbeda dengan negara ASEAN yang lain," ujar Airlangga mengutip laman Kemenperin. Selasa, 13 Februari 2018.
Untuk diketahui, one trillion dollar club adalah istilah untuk negara-negara yang memiliki skala ekonomi terbesar dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari US$1 triliun. Per 2011, tercatat baru 15 negara yang dianggap layak masuk klub elit tersebut.
Selain Indonesia, mengutip laman Wikipedia, negara berkembang yang masuk klub elite itu diantara Brasil, Turki, India, dan Meksiko. Indonesia menjadi satu-satunya negara asal Asia Tenggara yang di daftar klub tersebut.
Menurut Airlangga, Indonesia saat ini sudah bergeser dari negara berbasis sumber daya alam ke manufaktur. Bahkan, Indonesia sudah menjadi basis produksi manufaktur terbesar di ASEAN.
![]()
Airlangga menjelaskan industri mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menyerap banyak tenaga kerja, menghasilkan devisa dari ekspor, serta penyumbang terbesar dari pajak dan cukai.
“ Jangan sampai kita terus mengekspor sumber daya alam mentah kita tanpa pengolahan,” ujarnya.
Dilihat dari sisi pertumbuhan manufacturing value added (MVA), Indonesia tercatat menempati posisi tertinggi di antara negara-negara di ASEAN. MVA Indonesia mampu mencapai 4,84 persen atau berada di atas rata-rata ASEAN berkisar 4,5 persen. Di tingkat global, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-9 dunia.
Namun Indonesia tak bisa berleha-leha. Sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Filipina dan Vietnam juga sedang giat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggenjot sektor industri manufaktur. Beberapa negara bahkan sudah mulai menjajaki bisnis industri masa depan.
“ Bahkan, beberapa negara ASEAN sudah membuat roadmap Industry 4.0. Kita juga catching up di era ekonomi digital ini,” imbuhnya.
Menurut Menteri Airlangga, kekuatan ekonomi Indonesia 80 persen berbasis pasar dalam negeri dan sisanya ekspor. Hal ini tidak sama dengan Singapura atau Vietnam yang hampir keseluruhannya berorientasi ekspor.
Kabar tentang Indonesia akan masuk klub elite One Trillion Dollar Club sebetulnya sudah berhembus sejak dua tahun lalu. Kala itu banyak kalangan yakin ekonomi Indonesia akan tumbuh stabil di atas 5 persen hingga 2020.
" Kapasitas Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang antara 5,4 persen per tahun sepanjang 2016-2020," ujar Kepala Ekonom Asia Pasifik dari IHS, Rajiv Biswas mengutip laman CNBC.com.
Bahkna Biswas memperkirakan, ekonomi Indonesia bakal lebih besar dibandingkan Rusia, Spanyol, dan negara bekas penjajahnya, Belanda pada 2023.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya