Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pemerintah Inggris mengamanatkan bank-bank di negara itu untuk merencanakan penerbitan utang syariah atau sukuk sebesar 200 juta Euro atau US$ 336 juta. Sukuk ini akan menjadi sukuk pertama yang dikeluarkan negara Barat.
Departemen Keuangan Inggris seperti dikutip Arabian Business, Jumat 13 Juni 2014, menyatakan obligasi syariah ini rencananya akan keluar pada beberapa minggu mendatang melihat kondisi pasar.
Roadshow akan dimulai pada 17 Juni di Jeddah dan Kuala Lumpur, kemudian ke Riyadh, Dubai, Doha, dan Abu Dhabi, terakhir di London tanggal 20 Juni.
Sukuk ini merupakan tawaran dari Perdana Menteri David cameron sebagai negara pusat keuangan Islam, di luar negara pusat lainnya di Timur Tengah dan Asia.
Obligasi syariah ini akan diterbitkan sebelum negara lain, seperti Luxembourg, Hong Kong dan Afrika Selatan menerbitkan instrumen pendanaan serupa sebagai bentuk diversifikasi pendanaan untuk investor kaya muslim.
Pada bulan Januari, Inggris menunjuk HSBC untuk mengatur kesepakatan mengenai penerbitan sukuk dengan 4 bank yaitu Bank Barwa Qatar, CIMB Malaysia, Abu Dhabi National Bank, dan Standard Chartered.
Sukuk ini akan menggunakan struktur ijarah, penjualan syariah dan kontrak sewa-balik, pelarangan bunga dan perjuadian. Obligasi syariah ini akan membantu bank syariah Inggris untuk mengelola kebutuhan likuiditas jangka pendek.
Inggris sudah mewacanakan penerbitan sukuk sejak 6 tahun lalu, tetapi belum pernah terwujud. Pasalnya Kantor Pengelolaan Utang menganggap instrumen ini masih terlalu mahal pada saat itu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya