Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sahabat Dream, Yuk Perbaiki Perilaku Berinternet Jika Akun Pribadinya Tak Mau Diretas.
Dream – Kejahatan siber menjadi ancaman bagi pengguna internet di dunia maya. Sektor keuangan menjadi salah satu target para penjahat dunia maya.
Dilansir dari CNBC, Minggu 26 November 2017, para pakar kini mengkhawatirkan serangan siber terhadap sektor keuangan. Indeks IMB X Force Intelligence Tahun 2017 menyebut sektor jasa keuangan paling sering terkena serangan siber.
Pada 2016, jumlah perusahaan yang dibobol bertambah 29 perusahaan menjadi 1.684 perusahaan. Jumlah kasus serangan siber di sektor jasa keuangan meroket 937 persen dari 20 juta kasus menjadi 200 juta kasus.
“ Serangan siber tak lama lagi menjadi hal yang mengkhawatirkan,” kata Managing Director di Schwab Business Consulting and Education Schwab Business Consulting and Education di Charles Swab, Adam Moseley.
Moseley mengatakan pengguna internet harus memperbaiki perilaku di dunia maya. Jika sembrono ketika berselancar, akun personal pengguna, termasuk rekening bank, bisa menjadi korban.
Yang pertama, perilaku orang ketika menggunakan e-mail. Dia menyarankan pengguna tak terburu-buru mengakses e-mail, terlebih tautan untuk membuat sebuah lampiran. “ Ransomware, tautan mencurigakan, dan penipuan lainnya datangnya dari e-mail,” kata dia.
Yang kedua adalah kata kunci. Pengguna internet tak jarang menggunakan kata kunci yang pendek, sama, dan tanggal lahir. Ini menjadi kegemaran penjahat siber.
Jika tak ingin menjadi sasaran empuk para peretas, gunakanlah kata kunci yang panjang. “ Peretas lebih mudah membobol kata kunci yang terdiri atas 8 karakter daripada kata kunci 12-15 karakter,” kata dia.
Selain kata kunci yang panjang, Moseley juga menyarankan pengguna untuk memakai kata kunci yang unik: kombinasi huruf dan angka. Sebisa mungkin kata kunci ini berbeda untuk akun satu dengan akun lainnya.
Kejahatan dunia maya juga menarik perhatian Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara. Dia menyarankan pengguna untuk rutin mengganti password. Dengan begitu, peretas akan lebih sulit mengakses akun seseorang. Jadi kemungkinan peretas mencuri data-data keuangan Anda, akan lebih kecil.
Rudiantara menyarankan pengguna untuk tidak sembarang memasang aplikasi di gadget, termasuk di smartphone. Jika sembarangan install aplikasi, kemungkinan terjadi serangan siber akan terbuka lebar.
“ Ya jelas informasi Anda bisa terakses oleh mereka kalau kalian asal pencet oke-oke saja ketika meng-install,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya