Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kebijakan Restrukturisasi Bisa Bumerang Bagi Perbankan. (foto: Shutterstock)
Dream – Kebijakan restrukturisasi kredit bisa berdampak negatif bagi perbankan. Jika kebijakan ini tidak diperpanjang, kebijakan itu bisa membuat angka kredit macet membengkak.
Hal itu disampaikan Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk, Adrian Panggabean, dalam diskusi virtual Kamis 25 Februari 2021.
Menurut Arian, total restrukturisasi kredit yang dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senilai Rp1.200 triliun. Angka non performing loan (NPL) tahun ini diperkirakan masih terjaga di 3,3 persen.
Tingginya angka restrukturisasi ini juga membuat perbankan berhati-hati dalam menyalurkan kredit.
“ Angka NPL masih sama dengan tahun lalu karena ada ‘payung` OJK, yaitu keringanan membayar cicilan,” kata Adrian dalam diskusi virtual.
Dia mengatakan, kalau kebijakan ini tidak lagi diperpanjang tahun 2022, dikhawatirkan angka kredit bermasalah bisa makin meningkat. Penyebabnya tak lain potensi debitur yang gagal bayar.
Adrian mengumpamakan 20 persen dari Rp1.200 triliun ini gagal bayar. Nilai kredit bermasalah mencapai Rp240 triliun. Dari angka ini, diperkirakan NPL-nya bisa bertambah 4 persen.
“ Kalau NPL sekarang 3 persen lalu pada 2022 seandainya ada 20 persen default, impact-nya? NPL 7 persen. Itu nggak bagus,” kata Adrian.
Dia meminta pemerintah merilis kebijakan yang tepat untuk mengantisipasi potensi tingginya NPL. “ Harus ada counter policy dari yang akan terjadi,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya