Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Richard Pence mengatakan Indonesi memiliki peran penting dan berharga bagi pemerintahannya. Dia berharap kedua negara dapat membuka ruang baru bagi kerja sama saling menguntungkan.
Menurut Pence perusahaan AS sudah cukup lama menanamkan investasinya di Indonesi. " Kami menjual barang dan jasa di sini dan mengambil andil dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Pence dalam pernyataan bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Kamis, 20 April 217.
Pence berharap pemerintah AS dapay kembali membuka beberapa ruang agar kerja sama ekonomi kedua negara semakin efektif.
Sebagai perwakilan Presiden Donald Trump, Pence menyebutkan keinginan agar Indonesia dan AS bisa bersama-sama memajukan perekonomian tak hanya di masing-masing negara, namun juga dunia.
" Seperti yang sudah diungkapkan Presiden Joko Widodo, kami menginginkan hubungan yang sama-sama menguntungkan," tegasnya.
Kedatangan Pence cukup penting di saat presiden AS berencana menerbitkan perintah eksekutif mengenai negara-negara 'curang'. Dalam daftar tersebut, Indonesia masuk dalam kategori 'negara curang' di bidang ekonomi.
Dalam daftar yang diungkapkan Trump, ada sekitar 19 negara yang diuntungkan AS, namun tidak memberikan timbal balik bagi AS.
Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters menjelaskan bahwa perintah Presiden Donald Trump dimaksudkan untuk membuka hambatan perdagangan produk-produk AS, termasuk dengan Indonesia.
Menurut McFeeters, langkah yang ditempuh Trump dengan mengeluarkan perintah eksekutif tersebut merupakan bagian kebijakan ekonomi pemerintah AS yang ingin memaksimalkan potensi perdagangan dan mengurangi hambatan-hambatan yang mempersulit ekspor produk AS ke luar negeri.
(Sah/Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam