Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bill Gates (kiri) Berbincang-bincang Dengan Petinggi Bihar, India, Tentang Keberhasilan India Menghapus Polio. (Foto: Akun Instagram Bill Gates)
Dream – Tak hanya miliarder, pendiri Microsoft, Bill Gates, juga terkenal sebagai seorang filantropi. Tak tanggung-tanggung, donasi yang diberikan mencapai puluhan triliun rupiah.
Yang terbaru, Gates merogoh duit US$4,6 miliar (Rp61,45 triliun) dari saham Microsoft untuk amal.
Dia dan istrinya, Melinda Gates, juga mendirikan yayasan amal, Bill and Melinda Gates Foundation—yayasan yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan.
Kali ini Gates membeberkan alasan dia menyumbangkan uang yang jumbo untuk sedekah.
“ Ada dua alasan untuk melakukan ini,” kata Gates dalam “ 10th Annual Letter”, dikutip dari Gates Notes, dikutip Kamis 15 Februari 2018.
Yang pertama adalah pekerjaan yang bermanfaat. Dia dan Melinda, sebelum menikah, sepakat untuk menghabiskan banyak waktu untuk beramal. Mereka berpikir ada tanggung jawab besar seseorang terhadap uangnya.
“ Ketika Anda bisa menjaga diri dan anak-anak, penggunaan uang yang ekstra bermanfaat adalah mengembalikannya kepada masyarakat,” kata dia.
Alasan yang kedua, lanjut Gates, senang melakukannya. Gates dan Melinda memang getol di dunia sains. Misalnya, Gates, di Microsoft, dia menekuni sains komputer, sementara di yayasan membahas masalah kesehatan dengan pakar HIV, kemudian menceritakan kepada Melinda tentang hal-hal yang baru saja dipelajari.
“ Jarang ada pekerjaan yang bisa menawarkan Anda dampak besar dan kebahagiaan. Saya punya keduanya di Microsoft dan di yayasan. Saya tak bisa membayangkan jalan yang lebih baik untuk menghabiskan banyak waktu,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya