7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Coworking Space Dilirik Oleh Startup. (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Di dunia kerja, ada terobosan baru yang dusebut dengan istilah coworking space. Konsep ini sangat menarik perhatian perusahaan-perusahaan startup.
Coworking space ini merupakan tempat kerja yang mengusung konsep open space. Konsep ini bisa mendorong lebih banyak interaksi. Sudah begitu harga sewa lokasi coworking space juga lebih murah daripada kantor konvensional.
Presiden Direktur PT Tripar Multivision Plus (TMP), Raam Punjabi, mengatakan, beberapa studi telah membuktikan coworking space bisa meningkatkan produktivitas. Studi menunjukkan 70 persen responden merasa lebih sehat bekerja di coworking space daripada di kantor tradisional.
Sementara, 50 persen responden melapor mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi dengan memanfaatkan coworking space sebagai kantor. Dari sisi harga, coworking space jauh lebih murah daripada kantor tradisional.
“ Perusahaan startup akan lebih memilih kantor di coworking space,” kata Raam di Jakarta, ditulis Kamis 1 Februari 2018.
Melihat startup yang tumbuh subur dan konsep coworking space yang disukai oleh perusahaan rintisan, TMP berinvestasi untuk coworking space. Ada lima proyek coworking space. Untuk memulai proyek tersebut, mereka membuka terlebih dahulu coworking space yang mengusung konsep ramah lingkungan: Greenhouse.
“ Jadi, investasi kami tidak akan terhenti di sini,” kata Raam.

Dia berkata, proyek Greenhouse Coworking Space dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi dan menelan investasi hingga US$5 juta atau sekitar Rp66,98 miliar. Menurut Raam, sewa yang ditawarkan lebih murah daripada kantor tradisional.
Raam mengatakan sewa kantor tradisional sebesar Rp350 juta per tahun, sementara coworking space di Greenhouse sebesar Rp225 juta per tahun. " Hemat 38 persen," kata dia.
Raam mengatakan Greenhouse Coworking Space menawarkan pemandangan Jakarta 360 derajat. Kantor ini menggunakan bahan ramah lingkungan, seperti kayu dan batu alam. Tanaman hijau pun digunakan untuk mendukung konsep ramah lingkungan Greenhouse.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?