Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu bank syariah paling dituju masyarakat Indonesia. Sejumlah pangsa pasar industri keuangan syariah anak perusahaan PT Bank Mandiri Tbk ini tumbuh double digit.
Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM), Agus Sudiarto dalam paparan kinerja perusahaan 2015 di di Wisma Mandiri Jakarta, Rabu, 2 Maret 2016, mengatakan kinerja perusahaan tahun 2015 semakin membaik dibanding tahun sebelumnya.
Ditengah ketatnya persaingan industri perbankan syariah, BSM memegang pangsa pasar aset bank syariah sebesar 23,75 persen di akhir tahun 2015. Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), BSM menguasai pangsa pasar hingga 26,87 persen. Khusus untuk bisnis tabungan, pangsa pasar BSM bahkan mencapai 36,41 persen, naik dari tahun sebelumnya sbeesar 35,68 persen.
Tak hanya DPK, BSM juga mencatat pertumbuhan double digit di bisnis pembiayaan dengan naik 23,99 persen.
Direktur Finance and Strategic, Agus Dwi Handaya menambahkan, perusahaan berhasil menekan pembiayaan macet (non performing financing-NPF) hingga 1 persen menjadi sekitar 6 persen.
" Tahun 2015 total aset BSM Rp 70,3 triliun, naik 5,12 dibanding posisi Desember 2014 sebesar Rp 66,94 persen," ungkap Agus Dwi Handaya.
Pertumbuhan kinerja signifikan BSM tak lepas dari sisi permodalan yang mendapat tambahan suntikan dana dari indu usaha sebesar Rp 500 miliar. Perusahaan juga sukses melakukan revaluasi aset senilai Rp 344 miliar. Sehingga total ekuitas BSM mencapai Rp 5,61 triliun dan membawa BSM masuk bank dengan kategori Buku III.
Agus Dwi Handaya mengaku beberapa produk unggulan BSM masih menjadi favorit masyarakat seperti gadai dan cicil emas. Tapi perusahaan juga melihat pertumbuhan pembiayaan mikro dan pensiunan yang mengalami kenaikan.
Meski tumbuh baik, Agus Dwi menegaskan BSM masih akan fokus pada segmen ritel dan cash management yang produknya juga baru akan diluncurkan hari ini. BSM Cash Management System merupakan saluran distribusi elektronik yang ditujukan bagi nasabah perusahaan atau institusi untuk melakukan aktivitas transaksional dan pengelolaan keuangan terhadap rekeningnya dengan cepat, mudah dan aman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya