Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto Berbincang Dengan Pegawainya (Dream.co.id/Syahid)
Dream - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatat kinerja signifikan sepanjang tahun 2015. Laba bersih anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini mencapai Rp 289,58 miliar, meroket sekitar 303 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 72 miliar.
Peningkatan signifikan ini tak terlepas dari perbaikan kinerja perusahaan serta masuknya suntikan modal dari induk usaha sebesar Rp 500 miliar.
" Meskipun sepanjang tahun 2015 kondisi makro ekonomi belum kondusif ditambah dengan fokus pada penurunan pembiayaan bermasalah, BSM masih mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis," kata Direktur Utama BSM, Agus Sudiarto dalam paparan kinerja BSM 2015 di kantor pusat BSM, Jakarta, pada Rabu, 2 Maret 2016.
Agus mengatakan, sepanjang tahun berat tersebut BSM berupaya fokus menyelesaikan pembiayaan bermasalah dan mengubah bisnis proses. Hal itu merupakan bagin dari upaya implementasi rencana perusahaan 2016-2020 yang sebetulnya telah dimulai sejak tahun lalu.
Sepanjang 2015, BSM mencatat adanya peningkatan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 3,83 persen dari Rp 58,82 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 62,11 triliun. Pertumbuhan itu didorong dari Giro yang tumbuh sebesar 12,12 persen menjadi Rp5,83 triliun, tabungan yang meningkat 10,19 persen atau sebesar Rp24,99 triliun. " Sehingga, total komposisi dana murah naik dari 46,61 persen menjadi 49,63 persen," jelas Agus.
Sementara di bisnis pembiayaan, perseroan melaporkan pertumbuhan sebesar 3,98 persen menjadi Rp 51,09 triliun. Peningkatan ini berdampak pada naiknya pendapatan BSM menjadi Rp 6,91 triliun, atau tumbuh 6,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya,
Pada peningkatan margin bagi hasil bersih BSM mencatatkan angka sebesar 14,25 persen dari Rp3,07 triliun per posisi Desember 2014 menjadi Rp3,5 triliun pada Desember 2015.
BSM juga berhasil menghimpun cash recovery sebesar Rp 423 miliar yang berarti melebihi target perusahaan sebesar Rp 400 miliar.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan