Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks saham syariah kembali ditutup menguat setelah bursa Asia bergerak positif. Kondisi regional yang relatif aman memicu aksi beli terbatas investor lokal.
Angin positif juga berhembus dari aksi investor asing yang menambah porsi beli saham mereka. Sore ini asing mencetak nett buy hingga Rp 486 miliar, atau naik dua kali lipat dari perdagangan kemarin.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 2 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,277 poin (1,50%) ke level 154,583.
Dibantu 19 emiten yang menguat, indeks saham bluechips syariah juga ditutup menuat 11,073 poin (1,71%) ke level 659,995.
Relatif amannya sentimen dari dalam dan luar negeri, menahan kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak nyaman di zona hijau. ISSI baru melompat ke level tertingginya di sesi penutupan perdagangan.
Dengan dana mengalir hingga bergulir Rp 4,07 triliun, sebanyak 119 emiten syariah mengakhiri perdagangan di zona positif. Sementara 51 lainnya tertekan aksi jual dan 61 emiten ISSI bertahan stagnan.
Seluruh indeks sektoral bergerak menguat dipimpin emiten barang konsumsi yang melonjak 1,85 persen, infrastruktur 1,59 persen, dan industri aneka 1,37 persen.
Saham UNVR yang melesat Rp 2,400 (5,29%), memimpin daftar saham bluechips syariah pencetak kenaikan harga tertinggi. Daftar top gainer lainnya dihuni ICBP yang naik Rp 200, INTP Rp 175, SMGR Rp 150, dan INDF Rp 125 per saham.
Sementara itu, AKRA kali ini mengalami tekanan jual dengan koreksi Rp 250 per saham. Top losser lainnya adalah WIKA Rp 90, MIKA Rp 20, ADRO dan WSKT masing-masing Rp 100 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah semakin bergerak lincah. Rupiah naik 50 poin (0,37%) menuju level 13.296 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya