Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dalam bisnis, kadang-kadang 'membuang' uang adalah ide yang bagus jika ingin mengalami pertumbuhan bisnis yang serius. Ini mungkin lebih mengejutkan ketika tahu bahwa 'membuang' uang sangat penting dalam bisnis startup. Meski belum memiliki arus kas positif.
Mungkin dikira membuang uang itu dananya diambil dari dana darurat. Tidak seperti itu.
Sebagai pemilik bisnis, kita semua pasti pernah menghitung anggaran pengeluaran yang mencakup banyak macam. Seperti uang sewa, gaji karyawan, tagihan telepon, tagihan asuransi, biaya perjalanan dan hiburan, dan sebagainya.
Tapi, sekarang, mungkin harus dipertimbangkan untuk menambah daftar tersebut dengan 'uang sampah'.
Kategori ini disediakan untuk melakukan sesuatu yang sama sekali di luar kotak pemikiran bisnis konvensional. Mungkin bisa dianggap sebagai risiko modal atau modal investasi, yang akan digunakan untuk membuka peluang baru untuk bisnis Anda.
Tergantung pada ukuran perusahaan.jumlah yang dimasukkan ke dalam kategori uang sampah ini akan bervariasi. Kabar baiknya adalah. hal itu sepenuhnya terserah si pebisnis, berapa banyak yang dialokasikan untuk bagian ini.
Misalnya, ketika memulai bisnis pertama, bisa dialokasikan US$ 1,000 untuk kategori ini. Ketika perusahaan berkembang, besarnya uang sampah ini akan meningkat secara eksponensial.
Selanjutnya, mari kita meninjau beberapa cara untuk 'membuang' uang:
Ketika datang ke sebuah pameran dagang atau konferensi, Anda akan menggunakannya meski biayanya terlalu mahal. Atau saat menggunakannya untuk mengunjungi klien atau prospek secara pribadi (lebih bermakna daripada melakukan pertemuan dengan Skype atau panggilan konferensi).
Atau Anda mencoba iklan radio untuk pertama kalinya, atau membiayai eksekusi kampanye pay-per-click pertama. Ada begitu banyak kegunaan untuk uang sampah ini. Biarkan imajinasi Anda berjalan liar.
Jangan berkecil hati bahwa setiap kali investasi 'buang uang' ini menjadi gagal. Mungkin tidak semua pameran dagang bisa mendatangkan klien. Mungkin belum mendapat prospek ketika bertemu langsung dengan klien, dan sebagainya.
Namun, ketika melihat kembali karier dan menggunakan dana 'uang sampah', mungkin akan disadari bahwa secara keseluruhan uang sampah ini memberikan hasil positif pada total investasi.
Itu karena tidak setiap ide liar merupakan kegagalan, dan itu hanya butuh satu 'pemenang' untuk mengantarkan bisnis Anda ke tingkat berikutnya. Kita tak pernah tahu, dan menyediakan uang sampah ini akan memberikan kesempatan untuk mencari tahu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya